Muhammad Rafsanjani: Bersama Menggerakkan Indonesia
Muhammad Rafsanjani: Bersama Menggerakan Indonesia

ELANGNEWS.COM – Muhammad Rafsanjani yang kerap dipanggil Rafsan adalah pemuda kelahiran Garut dari pasangan Dr. K.H. Cecep Alba, M.A -pimpinan pondok pesantren tertua di Limbangan- dan Hj. Rd. Mimin Nurganiah Maulani, S.Ag. Perantauan ke Ciputat setelah menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Pulosari memberikan beban yang tinggi baginya. Pendidikannya dalam pesantren membentuk karakter yang senantiasa membumi lewat kata dan prilakunya.

Dalam kehidupan beragama, rafsan tidak tunduk pada batasan akademis. Rafsan adalah orang yang berpikiran terbuka. Inilah yang membuat Rafsan bersemangat membaca. Sebagai seorang akademisi dan aktivis, ia konsisten menyampaikan idenya ke Indonesia melalui berbagai kegiatan diskusi dan penulisan karya ilmiah. Hal inilah yang membuatnya menjadi sosok yang dapat dipercaya dalam memimpin berbagai organisasi.

Rafsan telah membentuk dirinya sendiri di tempat sebelum ia masuk perantauan, memiliki nilai yang sederhana dan nyata. Limbangan telah menjadi tempat dengan sejarah yang panjang.

Gus Dur dalam kunjungan ke pesantren Qiroatus Sa’bah Kudang, Limbangan, sempat mengatakan bahwa pusatnya Indonesia ialah pulau Jawa, pusatnya Jawa ialah Jawa Barat, pusatnya Jawa Barat ialah Garut, dan pusatnya Garut ialahLimbangan (nu.or.id,2017). Dan di Limbangan juga pusat kerajaan Nusantara.

Limbangan dan Rafsanjani seolah menjadi kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Nyatanya, sanad keluarga dari Rafsan merupakan keturunan langsung dari para pemuka serta tokoh agama di Jawa Barat. Dari silsilah pendiri Pondok Pesantren Pulosari diketahui merupakan buyut dari Muhammad Rafsanjani. Dimulai dari Prabusiliwangi sampai ke K.H. Endang Satibi yang memiliki anak bernama Dr. K.H. Cecep Alba, yang tidak lain ialah seorang ayah dari Muhammad Rafsanjani.

Baca:  [OPINI] Refleksi Harlah NU Ke-95: Ancaman dan Tantangan PMII Masa Mendatang

Walaupun Rafsan merupakan keturunan dari Prabusiliwangi, rafsan tetap memberikan kesan sederhana, sopan, dan santun terhadap semua golongan.
Tapak Tilas Seorang Rafsanjani

Muhammad Rafsanjani atau Ketum Rafsan, yang lebih akrab dengan panggilan Ketum Rafsan, demikian panggilan akrabnya saat menjabat sebagai ketua PC-PMII Ciputat 2015-2016. Rekam jejaknya di bidang organisasi bermula saat dipercaya menjadi ketua presidium kedua Forum Mahasiswa Ciputat 2012-2014.

Jiwa intelektual yang terbentuk di Rafsanjani membawanya berinisiatif membuat platform berita di FISIP UIN Jakarta dan menamakannya FISIPNews 2013-2014 saat menjabat sebagai Ketua Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia BEM FISIP.

Rafsan menjadi mahasiswa ilmu politik pada tahun 2010, dan memulai karir organisasinya saat menjadi ketua PK PMII FISIP cabang Ciputat, dan menjadi ketua lapangan pertama yang berhasil menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PK PMII FISIP, Dapat menambah keanggotaan kepada 120 siswa dalam gelombang penerimaan.Pengalaman dan prestasinya berorganisasi juga semakin meningkat, untuk itu Rafsan diangkat menjadi ketua PC PMII Ciputat. Rekam jejak Rafsan sebagai ketua cabang berhasil diraih dengan memperoleh PMII di tingkat universitas.

Selama ini pembentukan Rafsan bukan tanpa alasan. Selama perjalanan, Rafsan mengikuti banyak pelatihan dan seminar untuk mewujudkan keinginannya untuk belajar dan mendengarkan. Melalui berbagai pelatihan, Rafsan menegaskan tidak segan-segan belajar dari siapapun.

Baca:  [OPINI] Refleksi Harlah NU Ke-95: Ancaman dan Tantangan PMII Masa Mendatang

Rafsan juga berhasil mendirikan organisasi non-pemerintah yang disebut “Kelas Inklusif”. LSM adalah pemikiran yang inklusif, dibawa ke ruang publik melalui berbagai dialog dan diskusi hangat terkait berbagai isu sosial:

Saat ini Rafsan sedang melanjutkan studi Pascasarjana Universitas Indonesia Program Studi Politik dan Hubungan Internasional, Kajian Timur Tengah
Bersama Menggerakan Indonesia

Rafsan adalah anak muda dengan energi untuk berubah. Gerakannya juga didasari oleh optimismenya terhadap kaum muda. Dalam pandangannya, masalah anak muda saat ini adalah bahwa anak muda mengambil semua tindakan karena merasa siapa diri mereka.

Menurut penjelasannya, ini mengasumsikan bahwa gerakan anak muda tidak lagi dianggap sebagai permulaan yang istimewa. Persoalan ini harus segera diselesaikan karena justru berkaitan dengan arah masa depan bangsa Indonesia. Rafsan meyakini jika anak muda tidak mau berhenti diam, maka kelak banyak anak muda akan menjadi agen peradaban karena perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Nah, “Bersama Mengerakan Indonesia” inilah yang menjadi dasar pemikiran Muhammad Rafsanjani bahwa Muhammad Rafsanjani dicalonkan sebagai calon ketua PB PMII 2020-2022. Ini ajakan Rafsan kepada seluruh anak muda Indonesia dan seluruh pejabat PMII untuk bersinergi. Generasi Indonesia.

Kepercayaan Rafsan bahwa era kita semua adalah era di mana kita mampu bersama-sama menggerakkan Indonesia. (RAR)