Moeldoko Rebut Demokrat, Kenapa Nama Muhaimin Iskandar Muncul?
Pemerintah masa Presiden diduga terlibat pelengseran Gusdur dari Pimpinan

Elangnews.com, Jakarta – Peristiwa Kongres Luar Biasa () Partai di , Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Jumat lalu (5/3/2021), melahirkan nama sebagai Ketua umum baru.

Namun belakangan, kisah lama yang juga pernah dialami Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali mengemuka, hampir mirip dengan peristiwa saat ini.  Nama Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB pun kembali mengemuka. Kok bisa?

Pangkalnya ternyata dari video yang beredar di masyarakat melalui sosial media, diantaranya yang viral pada kolom ekplore instagram melalu akun @_nkri.hargamati_ menyebut pengambilalihan oleh kubu Moeldoko dan sekelompok kader serta para pendiri itu sebagai karma.

Dalam video yang memuat pernyataan almarhum itu menyingung tentang peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu sebagai Presiden ikut memfasilitasi atau mendukung kudeta PKB oleh keponakannya, Muhamimin Iskandar.

Baca Juga:   Cak Imin Digoyang, Kader PKB di Daerah Terus Konsolidasi

Padahal, ketika itu Muhaimin dipecat Gus Dur. Tapi belakangan dia menggelar di hotel mewah di kawasan Ancol dan Muhaimin terpilih sebagai Ketua Dewan Tanfidz PKB sebagai tandingan atas PKB yang dipimpin Gus Dur yang menggelar muktamar di sebuah pesantren di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam video yang berjudul “Karma Dari Alm. Gus Dur yang Dibayar Kontan” dan dimuat di akun Instagram NKRI Hargamati itu, Gus Dur mempersilakan Muhaimin membuat partai baru.

Tapi nyatanya, Muhaimin dan kelompoknya malah membuat PKB tandingan. Belakangan PKB yang disahkan Kemenkumham dan yang bisa melenggang dalam pemilu hingga sekarang adalah yang digawangi Muhaimin.

Pernyataan Gus Dur pada 2008 dan penyataan SBY pada 2021 nyaris sama. Gus Dur saat itu menyatakan partai diambil dan dicuri. Saat itu Presiden yang tengah berkuasa adalah SBY. Sementara SBY mengatakan KLB sebagai kudeta dan persekongkolan jahat antara kader dan tokoh eksternal. Dari sinilah orang menyebutkan SBY kena karma.

Baca Juga:   Andi Arief Bongkar Niat Moeldoko Kudeta AHY di Sibolangit

“PKB diambil, dicuri. Dicuri dengan bantuan pemerintah,” kata Gus Dur.

Begitu juga SBY beberapa jam setelah KLB digelar menyatakan, “Saya dengar ada akal-akalan dari pihak KSP Moeldoko dan para pelaku kudeta bahwa sebelum mengangkat KSP Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat ilegal, AD dan ART yang sah diubah dan diganti dengan AD dan ART versi KLB Deli Serdang. Sehingga penobatan KSP Moeldoko dianggap sah.”

Itulah kenapa nama Muhaimin Iskandar bersanding dengan nama Moeldoko. Kisah yang hampir serupa, apakah akan berakhir sama? (Yat/ARSP)