Moeldoko 'Mengancam', Demokrat Menjawab: Anda Merasa Ditekan?
Ilustrasi: Elangnews.com/Suray

Elangnews.com, Jakarta – Sepertinya perang urat syaraf antara Kepala Kantor Staf Kepresidenan () dengan Partai belum juga berakhir. Ketegangan kembali muncul setelah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono () turun gunung.

SBY yang juga Ketua Majelis Tinggi kembali mengungkit keterlibatan Moeldoko dalam isu kudeta Partai Demokrat dengan melibatkan kader internal dan juga para mantan kader Demokrat.

“Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai. Kan saya enggak ngikutin ya,” sindir Moeldoko, Kamis ( 25/2/2021).

“Jadi saya berharap, jangan menekan saya karena seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu, saya pesan seperti itu saja karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini,” tambah Moeldoko yang ketika SBY berkuasa, Moeldoko menjabat Panglima TNI.

Baca Juga:   Terkait Situasi Myanmar, Jokowi Desak Segera Hentikan Kekerasan

Sempat beredar foto dalam berbagai versi di media sosial ketika Moeldoko sangat hormat dengan SBY. Beredar beberapa adegan foto yang memperlihatkan Moeldoko ketika itu bersalaman dengan cara mencium tangan SBY.

Pernyataan Moeldoko kemudian ditanggapi kader militan Demokrat yang juga mantan aktivis Andi Arief. Andi mempertanyakan pernyataan Moeldoko yang mengaku merasa ditekan dengan isu pengambilalihan secara paksa Partai Demokrat yang berujung kegagalan.

“Pak Moeldoko, Anda merasa ditekan?” cuit Andi dalam akun pribadinya, Jumat (26/2/2021).

Andi memperkuat pernyataan SBY tentang fakta keterlibatan Moeldoko dalam isu kudeta Partai Demokrat.

Baca Juga:   Presiden Joko Widodo Hadir di Akad Nikah Aurel - Atta, Lokasi Dijaga Super Ketat

“Kita tahu bahkan setelah gerakan kudeta ini terungkap dan Ketum PD mengirimkan surat kepada Presiden dan mengeluarkan statement, Anda masih terus bergerak bersama segelintir kader yang bersekongkol dengan Anda. Kok kenapa merasa ditekan?” ujar Andi.

Sebelumnya SBY memastikan sepak terjang Moeldoko tanpa sepengetahuan Presiden Jokowi. Jadi, tindakan Moeldoko dianggapnya aksi pribadi.

“Secara pribadi, saya sangat yakin bahwa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi,” ujar SBY dalam rekaman video yang tersebar Rabu (/24/2/2021).

“Partai Demokrat justru berpendapat apa yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat mengganggu, merugikan nama baik beliau (Jokowi),” SBY, menegaskan. (Yat/Red).