lobster
Gambar ilustrasi: suray/elangnews.com

ELANGNEWS.COM, – Sebagian publik mungkin belum mengetahui bahwa pada tanggal 11 Februari 2021 yang lalu merupakan sidang perdana kasus benih () yang menyeret nama eks Menteri Kelautan dan Perikanan, .

Agenda sidang perdana tersebut yaitu pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito.

mendakwa Suharjito menyuap Edhy Prabowo sebesar US$103 ribu dan Rp706 juta atau setara dengan Rp2,1 miliar. Diketahui bahwa Suharjito merupakan pihak pemberi suap terhadap Edhy Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri untuk kepentingan pengurusan izin (benur).

KPK kemudian membeberkan penggunaan uang haram tersebut, yang diduga untuk membiayai kehidupan mewah Edhy Prabowo.

Seperti pada 24 Agustus 2020, Edhy meminta dua orang anak buahnya mentransfer uang sebesar Rp168,4 juta ke salah satu rekening. Kemudian, Edhy meminta untuk dibelikan 8 unit sepeda dengan total harga Rp118,4 juta. Uang yang masih tersisa kemudian digunakan untuk membeli dua ponsel merek Samsung seharga Rp50 juta.

Masih di bulan Agustus, Edhy memerintahkan anak buahnya untuk membeli satu jam tangan merek Jacob&Co di Hongkong seharga HK$160 ribu, dan sebuah jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold seharga Rp740 juta pada 28 Oktober 2020.

Baca Juga:   Kasus Edhy Prabowo; KPK Sita Vila di Sukabumi, Periksa Putri Elok, Hingga Tenaga Ahli DPR RI
Emil Salim
Foto: environment-indonesia.com

Seperti dikutip dari Tempo, nafsu belanja barang-barang mewah Edhy berlanjut saat perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada 17-24 November 2020.

Dengan menggunakan kartu kredit berjenis Emerald Personal, Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi, membeli dua jam tangan Rolex type Oyster Perpetual, satu jam tangan Rolex Oyster Perpetual Datejust; Beberapa barang brand Tumi seperti dompet, tas kerja, dan tas koper; Dua pulpen merek Mount Blanc, koper merek Louis Vuitton, tas Bottega Veneta Made in Italy, tas merek Louis Vuitton, tas Hermes Paris, belasan baju celana, tas, jaket dan jas hujan merek Old Navy.

Selain itu, Edhy juga disebut membeli satu buah baju merek Brooks Brothers, celana merek Brooks Brothers, enam buah parfum merek Blue de Chanel Paris. Total seluruhnya senilai Rp753,6 juta.

Cuitan menteri era Orde Baru
Dua hari setelah sidang perdana kasus suap benih lobster, Prof. Dr. eks Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup di era pemerintahan Orde Baru, mengunggah cuitan pada 13 Februari 2021.

Baca Juga:   [Kasus Korupsi Bansos Covid-19] KPK Tangkap Menteri Sosial Juliari Peter Batubara

“Hati trenyuh membaca “Tempo” beritakan belanja mantan Menteri Kelautan & Perikanan beli jam-tangan Rolex & barang2 lux lainnya dan ingatan melayang ke hasarat WAPRES Bung Hatta hanya ingin beli sepatu Bailey, namun maksud tak sampai karena gaji tak cukup”, dikutip dari @emilsalim2010.

Cuitan Prof. Emil Salim tersebut, yang juga eks Ketua Dewan Pertimbangan Presiden di era SBY, sudah meraup engagements 12 ribu likes, 3.174 retweets, dan 140 quote tweets.

emil salim
Sumber: akun resmi Prof. Dr. Emil Salim @emilsalim2010

Tak ayal, cuitan Prof. Emil Salim yang membanding-bandingkan gaya hidup mewah eks menteri Edhy Prabowo dengan Bung Hatta tersebut menuai banyak komentar dari warganet.

Salah satunya dari eks Ketua DPR RI periode 2009-2014, Dr. Marzuki Alie, “Ya prof, lemahnya iman yang membuat manusia2 menjadi serakah”, ujarnya melalui akun @marzukialie_MA.

Lain lagi komentar dari Gilang Dejan dengan akun @gildeee, “Saya belajar banyak dari Bung Hatta, selain cerita sepatu Bailey yang dia idam-idamkan. Bung Hatta juga kerap menempelkan sabun bekas yang sudah terkikis ke sabun baru. Betapa sederhananya kehidupan beliau”.

Terakhir dari akun @AbuHuss123, “Biasalah prof…OKB (Orang Kaya Baru)…Jadi norak”.(rwg/red)