Max Sopacua: Apapun Keputusan Demokrat Sebelumnya Bisa Dianulir di KLB
Mantan Anggota Majelis Tinggi . (Foto: Kompas TV)

Elangnews.com, Jakarta – Mantan Anggota Majelis Tinggi Partai Max Sopacua mengajak semua kader untuk hadir dalam Kongres Luar Biasa (). Ia meyakinkan dalam KLB semuanya dapat diubah.

“Ini (KLB) adalah forum tertinggi. Apapun bisa kita lakukan. Apapun bisa kita anulir. Apapun keputusan kongres yang kemarin yang mereka buat di Balai Sidang bulan Maret tahun 2020 kami anulir nantinya dalam KLB ini,” kata Max dalam perbincangan dengan Kompas TV, Selasa (2/3/2021).

Menurut Max semua yang terkait dengan KLB tidak ada masalah karena semuanya resmi dan diatur dalam AD/ART. Tidak ada yang aneh karena KLB adalah forum tertinggi partai.

“Kenapa KLB karena ada hal-hal yang tidak sesuai ada hal yang menginjak-injak AD/ART. Karena ada kejadian-kejadian yang memanipulasi sehingga partai harus berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Max.

Baca Juga:   KLB Demokrat, Annisa Pohan Sebut Terjadi Pemerkosaan Demokrasi

“Kami boleh disebut sebagai kelompok garis lurus, sebelah sana adalah kelompok dinasti,” tambahnya.

Max dan kelompoknya berharap dengan KLB bisa membawa partai kembali ke khittahnya. “Partai rakyat, partai terbuka, partai yang modern, partai nasional religius dan untuk semua orang,” ujarnya.

“Partai Demokrat bukan miliki kelompok atau milik satu keluarga,” kembali Max menegaskan.

KLB di Bali

Pendiri Partai Demokrat Darmizal menyatakan KLB sampai saat ini masih direncanakan bulan Maret di Bali. Tempat lain juga sudah disiapkan. Panitia KLB sedang bekerja keras untuk menggelar acara penting tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga:   Yasonna ke SBY-AHY: Jangan Tuding Pemerintah Tanpa Ada Dasarnya

“Saat ini terbangun kesepahaman dan chemistry yang sangat kuat antara pendiri, para senior, dan kader aktif Demokrat di DPC dan DPD,” ujar Darmizal.

“KLB akan menjadi pembelajaran terbaik bagi seluruh kader dalam berorganisasi, bersidang, dan melaksanakan kongres dengan baik dan benar. KLB ini bakal menjadi seperti KLB pada 2013 yang menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono () menjadi ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum,” terangnya.

Disampaikan Darmizal, semua bersepakat untuk keluar dan menghentikan Partai Demokrat dari cengkeraman dinasti dan oligarki Cikeas yang merugikan dan penuh kemunafikan.

“Kami meyakini 96 persen dari pemilik hak ini akan bergabung menjadi peserta di KLB,” ujarnya. (Yat/Red)