Mau Jadi Dubes, Zuhairi Misrawi Bikin Kolom Puji Arab Saudi
Tampilan kolom calon Dubes untuk . (Foto: Penampakan detik)

Elangnews.com, Jakarta – Setelah menjadi bulan-bulanan di media sosial karena menyebut umrah sebagai ritual ibadah yang mahal dan juga menguntungkan Arab Saudi, Zuhairi Misrawi, tampaknya harus membersihkan diri dari residu digital yang mengotori rekam jejaknya.

Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai diterima atau tidaknya Zuhairi sebagai calon duta besar Indonesia untuk Arab Saudi. Dari keterangan Kemenlu RI, seseorang untuk bisa jadi dubes salah satu syaratnya harus mendapat persetujuan negara tujuan.

Nah, belakangan ini di dalam negeri ribut dan muncul spekulasi kemungkinan Zuhairi yang juga mantan calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan () ini, ditolak Kerajaan Arab Saudi. Pangkal masalahnya sejumlah cuitan Zuhairi yang sempat membuat pernyataan di akun Twitter yang menyebut ibadah umrah hanya menguntungkan Arab Saudi.

Pengamat politik Rizal Fadillah mengatakan, meskipun mengangkat atau menunjuk dubes urusan dan kewenangan presiden tetapi aspirasi rakyat harus didengar.

“Publik layak untuk mendesak Kementrian Luar Negeri Indonesia mencabut usulan Zuhairi Misrawi sebagai Duta Besar untuk Saudi Arabia. Masyarakat juga boleh meminta Komisi I DPR RI agar menolak Zuhairi Misrawi untuk dilakukan fit dan proper test sebagai Calon Duta Besar,” ujarnya.

Baca Juga:   Bentrok FPI dan Polisi, DPR: Desak Investigasi Hingga Panggil Kapolri

Di tengah keriuhan penolakan dan nada sumbang, kader Nahdlatul Ulama dan juga analis pemikiran dan politik Timur-Tengah di The Middle East Institute ini, kemudian menulis kolom di sebuah portal berita nasional.

Uniknya, dalam kolom bertajuk “Poros Global Moderasi Islam Indonesia – Arab Saudi” ini, Zuhairi yang juga menyinggung tentang ibadah umrah dan haji tetapi terbalik 180 derajat dengan cuitannya di Twitter. Zuhairi tidak lagi menyebut umrah sebagai ritual berbiaya mahal dan juga sebagai lumbung devisa Arab Saudi.

Zuhairi mencoba menebarkan data statistik tentang jumlah jemaah umrah dan haji dari Indonesia serta mahasiswa Indonesia yang belajar di Arab Saudi.

Setidaknya ada 220 ribu warga Indonesia yang setiap tahun menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi dan 1,2 juta warga Indonesia yang menunaikan ibadah umrah setiap tahun. Setidaknya ada 1,5 juta warga Indonesia yang setiap tahunnya mengunjungi Arab Saudi. Konon ada sekitar 3 juta umat Islam dari berbagai dunia yang menunaikan ibadah haji setiap tahunnya, dan sekitar 20 juta umat Islam dari belahan dunia yang menunaikan ibadah umrah setiap tahunnya.

Jumlah tersebut membuktikan betapa strategisnya Arab Saudi dalam konteks relasi dengan dunia Islam lainnya, termasuk Indonesia. Belum lagi, ada ribuan mahasiswa Indonesia yang belajar di Arab Saudi dan ribuan mahasiswa kita yang juga menuntut ilmu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab Indonesia (LIPIA), Jakarta.

Tidak ada kritikan dalam tulisan tersebut. Hampir semua paragrafnya berisi analisis dan juga pujian kepada Raja Salman terutama kepada Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) yang memodernkan negara kaya minyak tersebut.

Baca Juga:   Tegas! KPK Tidak Pernah Menghentikan Penyidikan Kasus Korupsi Bansos Covid-19

Dalam kolom komentar, seorang netizen menulis singkat bernada sinis. “Mau jadi dubes?” ujarnya dengan menyertakan emotikon sedih. (Yat/Red)