KPAI Polisikan Aisha Wedding, Pakar: Pelanggaran Apa yang Dilaporkan?
Situs Aisha Wedding

Elangnews.com, Jakarta – Fenomena Aisha Wedding (AW), bisnis jasa penyelenggara pernikahan, semakin riuh. Sampai-sampai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan Aisha Weddings ke Mabes Polri karena menyampaikan informasi yang meresahkan masyarakat.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mempertanyakan laporan KPAI. Menurutnya, persoalan pidana AW masih belum jelas ketika dilaporkan KPAI ke pihak kepolisian. “Kalaulah dianggap caption pada situs AW tersebut dianggap bertentangan dengan kampanye pencegahan pernikahan anak-anak, maka apakah perbuatan AW tersebut bisa dijatuhi sanksi pidana?” Reza mempertanyakan.

Lebih lanjut Reza juga menilai, bahwa dasar hukum pelaporan KPAI harus dijelaskan ke masyarakat. “Silakan KPAI kasih penjelasan, apa yang dilaporkan dan apa UU yang terindikasi dilanggar,” ujarnya kepada awak media, (11/02).

Baca:  Polwan Inggris Uji Coba Penggunaan Jilbab Seragam

Menurut Reza, jika ingin membawa persoalan AW ke pidana, setidaknya KPAI mengurai beberapa Undang-undang. Misalnya UU Perkawinan, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan UU Perlindungan Anak.

Di website AW disebutkan usia 12-21 tahun dapat melakukan pernikahan. Sementara, pernyataan tersebut, bertentangan dengan UU Perkawinan.

Berdasarkan kajian Reza, UU Perkawinan memiliki ruang bagi terjadinya perkawinan di bawah 19 tahun. “Jadi, dalam gambaran ekstrim, pernikahan remaja 15 tahun adalah sah berdasarkan UU Perkawinan jika syaratnya terpenuhi. Dari poin ini saja tampaknya semakin goyah unsur pidana dalam AW,” katanya.

Menurut Reza kebijakan anti pernikahan anak harus diikuti dengan pencegahan dan penindakan seks di luar nikah, termasuk usia anak-anak. “Yang terkesan kuat sekarang justru seks di luar pernikahan adalah silakan saja asalkan konsensual (mau sama mau), tidak menularkan penyakit, dan tidak mengakibatkan kehamilan yang tidak dikehendaki,” katanya.

Baca:  Polwan Inggris Uji Coba Penggunaan Jilbab Seragam

Dengan begitu, program kondomisasi semakin digencarkan. Menjalin hubungan seperti suami istri, tanpa ikatan pernikahan. “Padahal, saya sangat yakin, jumlah anak yang melakukan seks di luar nikah amat sangat jauh lebih banyak daripada anak-anak yang menikah pada usia belia,” ujarnya.

Sebelumnya, KPAI melaporkan AW kemarin, (10/02). Salah satu komisioner KPAI, Jasra Putra meminta AW harus tanggung jawab atas informasi yang disampaikan dalam website-nya, khususnya terkait pernikahan usia muda. “Kita laporkan karena memberikan informasi yang meresahkan dan bertentangan dengan peraturan yang berlaku,” kata Jasra.

(tup/red)

Berita Nasional & Peristiwa : KPAI Polisikan Aisha Wedding, Pakar: Pelanggaran Apa yang Dilaporkan?, ElangNews.com.