Koruptor Divaksin Duluan, Rakyat Malah Antre
Para tersangka dipajang dalam jumpa pers di . (Foto: Antara)

Elangnews.com, Jakarta – Mantan anggota Ombusdman Indonesia mengkritik kebijakan Pemerintah yang dianggapnya diskriminatif dalam memberikan vaksinasi. Di antaranya soal yang didahulukan.

Pernyataan Alvin dalam akun pribadinya ini merujuk pada pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan telah melakukan terhadap 39 tahanan kasus korupsi. Salah satu tahanan yang mendapat vaksin Covid-19 disebut-sebut mantan Menteri Sosial .

Baca Juga:   KPK Tetapkan Status Tersangka Bupati Bandung Barat

“Koruptor malah diprioritaskan. Diberi special privilege,” cuit Alvin, Jumat (26/2/2021), yang juga mantan anggota dari Partai Amanat Nasional ini.

“Sedangkan rakyat yang haknya dirampok justru harus antre belakangan,” sambungnya.

Juliari adalah salah satu koruptor fenomenal. Politisi tersebut saat menjadi Menteri Sosial menilap atau mengutip bantuan sosial (Bansos) rakyat terdampak Covid-19 yang disebut-sebut nilainya mencapai Rp17 miliar.

Baca Juga:   Menteri Era Orde Baru Angkat Bicara Soal Korupsi Edhy Prabowo

“Dari total 61 orang tahanan KPK, yang telah divaksinasi berjumlah 39 orang tahanan dan untuk 22 tahanan lainnya dilakukan penundaan karena alasan kesehatan,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri. (Yat/Red)