Konglomerat Hariyadi Sukamdani Minta Jumhur Dibebaskan
Ketua umum Apindo Hariyadi BS Sukamdani. (Foto: Antara)

Elangnews.com, Jakarta – Secara mengejutkan saksi yang didatangkan jaksa penuntut umum dalam sidang perkara Mohammad di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (22/3/2021), meminta terdakwa dibebaskan.

Saksi dalam kasus tindak pidana ujaran kebohongan yang mengakibatkan keonaran dan terhadap golongan pengusaha itu, bukan sembarangan. Dia adalah konglomerat yang juga pemilik Sahid Group, Hariyadi Sukamdani.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang sekaligus pembuat draft RUU itu dalam kesaksiannya mengaku merasa perbuatan terdakwa tersebut tidak menimbulkan kebencian dan permusuhan.

Baca Juga:   Revisi UU ITE, Guru Besar Unpad: Pencemaran Nama Baik Hanya Boleh Dilaporkan Korban

“Hubungan kelompok pengusaha dan kelompok buruh selama ini selalu diwarnai ketegangan dan kedamaian yang terkendali,” ujar Hariyadi.

“Apakah saudara saksi merasa pernyataan saya memusuhi atau membenci pengusaha sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum?” ketika Jumhur diberi kesempatan bertanya.

Baca Juga:   RPP Jalan Tol Digodok, Ombudsman: Harus Sesuai Prinsip Pelayanan Publik

Hariyadi menjawab dengan tegas bahwa pihaknya tidak merasa ada permasalahan dan bahkan dia minta agar Jumhur Hidayat segera dibebaskan.

Sedianya, Hariyadi dihadirkan jaksa untuk membuktikan pasal yang didakwakannya kepada Jumhur Hidayat. Nyatanya di persidangan malah berbalik.

Terdakwa Jumhur Hidayat didakwa Pasal 14 dan 15 UU Hukum Pidana tahun 1946 atau pasal 28 UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). (Yat/Red)