Komite Keselamatan Jurnalis Desak Polisi Usut Penyekap Wartawan Tempo
Kampanye menentang kekerasan kepada . (Ilustrasi: )

Elangnews.com, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengecam penyekapan yang menimpa Nurhadi, jurnalis Majalah di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/3/2021). Selain disekap Nurhadi juga mengalami penganiayaan dan tindak kekerasan lainnya serta disogok uang Rp600 ribu.

Direktur LBH Pers Ade Wahyudin menyatakan Nurhadi mengalami penganiayaan ketika tengah meliput mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. Komisi Pemberantasan () telah menetapkan Angin sebagai dalam kasus .

“Nurhadi hendak meminta konfirmasi dan melakukan peliputan kepada Angin terkait kasus yang sedang menjeratnya. Kebetulan, pada saat itu sedang berlangsung resepsi pernikahan antara anak Angin dengan anak Kombes Pol Achmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim,” kata Ade.

Baca Juga:   Kerja Sama dengan KPK, Erick Thohir: Saya Diajarkan Orang Tua, Harus Tepat Janji

Selain penyiksaan fisik, kata Ade, Nurhadi juga dipaksa menerima uang Rp600 ribu yang kemudian ditolaknya. Alasan para pelaku penyiksaan, uang tersebut untuk mengganti telepon genggamnya yang rusak. “Korban juga sempat mendapat ancaman pembunuhan,” ujarnya.

KKJ yang terdisi atas AJI, LBH Pers, SAFEnet, IJTI, YLBHI, AMSI, FSPMI, Amnesty International Indonesia, SINDIKASI dan PWI mengeluarkan tiga sikap.

Baca Juga:   Profil Yoory C. Pinontoan, 24 Tahun Berkarir di Sarana Jaya Hingga Jadi Tersangka KPK

Pertama, meminta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta Polda Jawa Timur mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Tempo, Nurhadi sesuai hukum yang berlaku.

“Keseriusan Polda Jatim dalam menindak para pelaku kekerasan menjadi bukti profesionalisme Kepolisian ke depan,” ujar Ade.

Kedua, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya untuk memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang melakukan kerja-kerja jurnalistik.

Ketiga, mengingatkan kepada masyarakat serta aparat penegak hukum di manapun bahwa kerja-kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-undang Pers. (Yat/red)