Kemenkes Menjamin Vaksin Sinovac Tidak Kedaluwarsa
Juru Bicara - Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Kemenkes)

Elangnews.com, Jakarta – Beredar kabar di masyarakat dari China yang datang paling awal sudah masuk masa kedaluwarsa. Kabar ini viral dan cukup meresahkan.

Kementerian Kesehatan lewat Juru Bicara Siti Nadia Tarmizi meluruskan, istilah kedaluwarsa tidak tepat melainkan shelf life alias masa simpan. Siti memastikan masa simpan pun belum terlampui karena tercatat sampai tiga tahun.

“Untuk vaksin Sinovac yang datang pada tahap pertama berjumlah 3 juta dosis, terdiri dari 1,2 juta dosis vaksin tiba awal Desember dan 1,8 juta dosis vaksin tiba pada akhir Desember 2020. Vaksin ini diproduksi pada September-November 2020 dengan shelf life dari produsen selama 3 tahun,” kata Nadia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Baca Juga:   Jurus Transformasi Bank BUMN Tetap Tumbuh Dimasa Pandemi Covid

Sementara terkait keterangan Badan Pengawas Obat dan Makanan () yang menyatakan stability produk vaksin Sinovac memiliki masa simpan selama enam bulan, kata Nadia, sebagai wujud kehati-hatian.

“Ketentuan ini bukan bermaksud untuk mempercepat masa simpan vaksin, melainkan wujud kehati-hatian pemerintah dengan tidak begitu saja menerima data dari produsen,” ujarnya.

Baca Juga:   Buka Masa Sidang, Puan Maharani: DPR Perkuat Pengawasan Anggaran Covid-19

Nadia juga memastikan, vaksin yang dikirim pertama sudah habis digunakan. Sedangkan untuk vaksinasi kali ini sudah menggunakan vaksin yang dikirim berikutnya dan dalam bentuk bulk yang kemudian diproses di Biofarma.

“Masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena Pemerintah tentunya akan menjamin keamanan, khasiat, dan mutu vaksin yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya. (Yat/red)