ELANGNEWS.COM – AZWAR, Kasus Pembunuhan terhadap 6 orang Warga Negara yang tidak bersalah oleh Oknum menurut saya adalah kejahatan besar yang tidak boleh terulang lagi.

Sekali lagi saya tekankan :
Ke enam korban adalah Warga Negara yang tidak bersalah. Dan Negara sudah gagal melindungi warga Negaranya. Lebih buruk lagi, pembunuhan terhadap ke enam orang tersebut dilakukan oleh Aparat Hukum Negara. Maka Negara wajib meminta maaf dan membayar denda kepada keenam keluarga korban.

Silahkan kita berdebat, tapi kalau diurut ke awal, tetap saja yang bersalah adalah Oknum Polda Metro Jaya.

Sebagai contoh, kita mengikut saja keterangan Polda Metro Jaya. Sebut saja kalau ke enam korban dianggap melawan dan membahayakan Oknum Polisi yang menguntit IB. Sampai sekarang Polda Metro Jaya bersikeras menggunakan diksi : Terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

Pertanyaannya :
1. Atas dasar apa Polda Metro Jaya melakukan Penguntitan kepada ? Katakanlah IB belum memenuhi panggilan pertama dan kedua penyidik atas kasus pelanggaran PSBB (Sekali lagi tolong dicatat ya, kasus PSBB, bukan Korupsi apalagi terorisme).

Bukankah seharusnya Polisi melakukan prosedur hukum panggilan kedua, ketiga dan baru penjemputan paksa.

Ingat, posisi IB adalah masih TERPERIKSA. Bukan TERSANGKA apalagi BURONAN.
Apalagi kasusnya juga adalah cuma PELANGGARAN PSBB !!

2. Saya sendiri berpendapat kalau Penguntitan tersebut adalah tindakan illegal dan melanggar hak Warga Negara. Belum lagi tindakan Penguntitan yang dilakukan oknum-oknum Petugas Polda Metro Jaya dilakukan dengan sangat membahayakan. Memakai baju preman dan bersikap ugal-ugalan. Memotong dan menabrakkan mobil.

Tidak usah rombongan IB yang memang sejak awal keselamatan beliau terancam. Saya sendiri kalau di Jalan Tol disalip oleh kendaraan yang tidak saya kenal, kemudian menabrak-nabrakkan mobilnya ke mobil saya, sikap saya sudah pasti berusaha membela diri.

3. Karena proses dari awal saja sudah salah, maka selanjutnya pembelaan Polda Metro Jaya yang menyebutkan oknum Polisi yang menembak mati 6 orang anak bangsa karena membela diri manjadi alasan yang membingungkan. Membela dari siapa? Bukannya mereka yang membahayakan rombongan IB? Artinya rombongan IB yang membela diri dari serombongan OTK (karena para oknum Petugas berpakaian PREMAN).

Kalau oknum-oknum Petugas Penguntit tidak memotong dan menabrak-nabrakkan mobil mereka ke rombongan Pengawal IB, tidak mungkin para korban melawan untuk membela diri (Sekali lagi ingat, para Petugas semua berpakaian Preman. Bisa saja rombongan IB khususnya yang mengawal menganggap yang datang adalah Komplotan Pembunuh Bayaran).

Jadi kalaupun kita bersandar dari Keterangan Polda Metro Jaya, Pembunuhan yang dilakukan oleh oknum anggota mereka terhadap 6 orang anak bangsa tidak bisa diterima oleh akal sehat. Di Rombongan mereka tidak ada tersangka . Tidak ada Buronan Korupsi. Tidak ada Agen Narkoba. Atas dasar apa Aparat yang menguntit bersikeras melakukan tindakan-tindakan yang berujung mengakibatkan kematian enam orang anak bangsa?

Jadi seharusnya semua oknum yang terlibat wajib di proses hukum dan kenakan tuduhan pasal Pembunuhan Berencana.

Nah bagaimana lagi, kalau misalnya yang terjadi adalah sesuai keterangan yang disampaikan oleh Juru bicara Ef-P-I. Ke enam korban justru diculik dan dibunuh ditempat lain.

Baca:  Pembentukan Tim Independen Kasus Bentrok FPI-Polisi, Jokowi: Ada Komnas HAM

Mengingat fakta-fakta yang muncul justru menguatkan kepada keterangan yang disampailan oleh Ef-F-I. Sebut saja yang entah kenapa tiba-tiba malam itu bermasalah. Terus tempo kejadian dengan Konferensi Pers pihak Polda Metro Jaya yang berjarak belasan jam (Bahkan jauh sebelumnya Ef-P-I duluan melakukan Konferensi Pers dan menyampaikan 6 orang Anggotanya diculik oleh OTK (Orang Tidak Di Kenal)).

Kemudian tidak adanya saksi mata padahal kejadian di Jalan Tol yang lalu lintasnya biasanya selalu ramai. Terus tidak adanya Olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) seperti lazimnya.

Sekarang yang terjadi sudah terjadi. Saya memandang Negara sudah lalai dan gagal melindungi Warga Negaranya sendiri. Jadi Negara wajib meminta maaf kepada Keluarga Korban. Semua pelaku wajib di usut tuntas dan diberikan hukuman sesuai kejahatan mereka masing-masing. Kapolda Metro Jaya dan Kapolri juga wajib ikut bertanggung jawab.

Terakhir kejadian memilukan seperti ini tidak boleh terulang lagi. Main hukum sendiri dan aksi koboy jalanan adalah kejahatan yang tidak boleh kita toleransi, apalagi kejahatan tersebut dilakukan oleh Penegak Hukum sendiri.

Usul saya, kedepan Penegakan Hukum terhadap sebuah kasus harus berimbang dan sesuai porsi kejahatan yang dituduhkan.

Kasus Korupsi, Terorisme, Separatisme, Pembunuhan dan Narkoba, Petugas boleh melakukan tindakan Tegas dan Terukur tadi. Tapi kalau kasusnya cuma PELANGGARAN, Haram hukumnya menggunakan kekerasan. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.

Kematian Enam Warganegara Negara Harus Meminta Maaf

Komentar lainnya.

Elly Sari
Pembunuhan berencana…? Itu ketidaksengajaan ketua. Niatnya cm ngasih tembakan peringatan, tp nyasar.
Mungkin gtu klo kasus smpe dbawa k pengadilan

Muhamad Ilham
Mangkin merajalela kayak aparatnya pada betul aja ingat hukum Allah lebih pedih lagi akan menimpa anak cucu kalian dunia akhirat

Muhd Zein
Situasi kultur budaya kita masih labil , ingin menegakkan moral namun masih resiprokal, ingin bertindak bijaksana malah paradoks , ingin revolusi mental malah jadi brutal . Sulut ……

Ki Kuntolanang
Setuju lae…Klo analisa sy kapoldanya ambisi banget tuk naik jd kapolri,krn tuk naik pangkat cpt skrng cmn jd penjilat🙏🙏🙏

Anita
Copas
Ada baiknya saya share alamat perwakilan media asing, sehingga kasus pembantaian Tol Japek ini bisa disaksikan oleh media internasional, silahkan yang memiliki data foto dan video yang otentik agar bisa di kirimkan baik secara phisik maupun melalui email
1. AFX-ASIA
Jl Indramayu No 18 Jakarta 10310.
Telp. : 021- 3160780
Email : afxasia@cbn.net.id
2. AGENCE FRANCE PRESSE (AFP)
Jl. Indramayu No 18, Jakarta 10310.
Telp. (021) 3160780, 336082
Email : bestrade@cbn.net.id
3. ALGEMEEN NETHERLAND PERSBERAU (ANP)
Jl. Kebon Kacang 35 No 4, Jakarta 10240.
Telp. (021) 3141984
Email : britsins@cbn.net.id
4. ASSOCIATED PRESS (AP)
Detchce Bank Bldg, lt 14
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310
Telp. (021) 39831269
Email : gspencer@agp.org
5. AUSTRALIAN ASSOCIATED PRESS
Detchce Bank Bldg, lt 14
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310
Telp. (021) 39831262, 39831263
Email : aapkaren@cbn.net.id
6. BERNAMA
Wisma Antara, lt 19
Jl. Merdeka Selatan No 17 Jakarta 10110
Telp. (021) 3857626
7. DEUTCHE PRESS AGENTUR (DPA)
Istana Harmoni Apartment 19J
Kompleks Harmoni Blok B26-27 Jakarta
Telp. (021) 6305644
Email : mailto:aapkaren@cbn.net.id
8. EFE SPANISH INTE. AGENCY
Jl. Penjernihan V/No 1 Pejompongan, Jakarta.
Telp. (021) 5722233
9. GEASSOCIERDE PRESS DIENSTEIN (GPD)
Jl. Prapanca Raya No 12 A, Kebayoran Baru
Jakarta 12150.
Telp. (021) 7250815
Email : theohaer@indosat.net.id
10. JIJI PRESS
Wisma Kyoei Prince Lt 7, suite 705
Jl Sudirman Kav 3 Jakarta 10220
Telp. (021) 5723309
11. KYODO TSUSHIN NEWS AGENCY
Wisma Antara Lt 16
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3802810, 3840113
Email : kyodojkt@rad.net.id
12. MIDLE EAST NEWS AGENCY (MENA)
Jl. Pulomas Barat 5A No. 1 Jakarta
Telp. (021) 4894839
13. NIHHON HOSO KYOKAI (NHK)
Wisma Nusantara Lt 14
Jl MH Thamrin No 59, Jakarta 10350
Telp. (021) 330174, 333909
Email : nhkjkt@rad.net.id
14. REUTERS
Wisma Antara Lt 17
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3846364, 3845012
Email : Jakarta.newsroom@reuters.com
15. VIETNAM NEWS AGENCY
Jl. Sawo No 20, Jakarta
Telp. (021) 326261
Email :vnajak@indosat.net.id
16. XINHUA NEWS AGENCY
Jl. Pandeglang No 44 Jakarta
Telp. (021) 2305753

Baca:  Kasus Penembakan Laskar FPI, Saksi: Enam Korban Masih Hidup di KM 50

Boenda RayNa
Saya sudah duga kepulangan Beliau pasti akan banyak yg seperti cacing Kepanasan.
Tapi, kejadian 6 syuhada ini. Sungguh d luar nalar saya. Ga ada dalam pikiran sy akan sejauh ini terjadi.
Mereka bukan anak2, atau keponakan sy atau adik saya. Tapi nyaris sejak kejadian kemaren ada duka ddalam hati. Bahkan kehilangan semangat beraktifitas. Ini perbuatan dluar nalar yang sungguh zalim. Dan bisa sangat mungkin Terulang kembali.
Sebagai Rakyat kini semakin merasa tak aman.

Ibune Rahardian Nezar
Bbrp hari ini bner” gk konsen pikiran smpe ibadah az trlintas ttg para syuhada yg terkorban….Ya Allah..😭😭
Mendengar Ketrangan dr IBE HARES ..bner” memilukan….
Kebayang para pembunuh membantai ke smua 6 syuhada dng keji!!
Smoga klrga yg di tinggalkan sntiasa Allah beri kkuatan dn kesabaran dn redho dng ketentuanNYA..

Khoirun Nisa
Seharusnya bang,tp presidentnya gak nanggapi ucapan bela sungkawa aja gak ada padahal kan ke6 anggota tsb warganegara indonesia

Nurlaela Tia
Sungguh keji tak punya rasa kemanusiaan… mereka rakyat biasa … mereka gak minta jd tentara, mereka gak minta pekerjaan apapun pd rezim tp perbuatan mereka seperti hendak menyerang para terorisme… Melihat video nya aku menangis dan membaca surat dr FPI jg bergetar jantung ku 😭

Endah Sugianty Wijaya
Betull ketua aparat kok bertindak sebrutal itu ? semua ada prosedurnya sbg penegak hukum ditangkap dulu dan diadili sesuai dgn kesalahan mereka yg 6 orang tsb .usut dgn tuntas dan ada yg bertanggung jawab moral .

Herry Kian Abey
Sekalipun bukan pendukung FPI, tapi klo ada manusia yg girang melihat manusia lain dibunuh dengan alasan yang masih simpang siur, belum jelas… ya berarti ga lebih dari binatang….
Semoga kebenaran terungkap… aamiin..

Komentar lainnya.