pajak
Ilustrasi gambar: Elangnews.com/Suray

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan (KPK) menggeledah Kantor Pusat di Jakarta, Selasa (23/3/2021) terkait kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji pada pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dalam penggeledahan tersebut mengamankan sejumlah dokumen dan barang elektronik.

“Hari ini, tim penyidik KPK telah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah DKI Jakarta yang bertempat di Kantor Pusat Bank Panin, Jakarta Pusat,” Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri juga menambahkan, “Di lokasi ini diamankan diantaranya berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara,” ujar Ali.

Baca Juga:   Ironis, Dapat Bung Hatta Award Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Adapun kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan mulai pukul10.00 WIB sampai dengan malam pukul 21.00 WIB.

“Selanjutnya bukti-bukti tersebut akan segera dianalisa untuk diajukan penyitaannya dan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud,” kata Ali Fikri.

Seperti sudah diketahui bahwa KPK saat ini sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sebelumnya, tim penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di PT Baratama yang merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias . Perusahaan batu bara ini diduga terlilit masalah pajak yang menyeret oknum pejabat di Ditjen Pajak.

Baca Juga:   Soal Materi Pemeriksaan, Ketua Komisi VIII DPR: Tanya ke Penyidik KPK

Sejauh ini, KPK sudah meminta Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah ke luar negeri terhadap mantan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak yaitu APA yang diduga terlibat suap.

Selain itu, lima orang lainnya juga dicegah terkait kasus tersebut, yaitu DR, RAR, AIM, VL dan AS. Pencegahan berlaku selama enam bulan terhitung 8 Februari hingga 5 Agustus 2021. (trd/red)