Kasus Pengadaan Barang Darurat di Kab. Bandung Barat, KPK Cegah 3 Saksi ke Luar Negeri
Sumber: .go.id

ELANGNEWS.COM, – Komisi Pemberantasan (KPK) mengajukan permohonan tiga orang saksi untuk pencegahan ke luar negeri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Permohonan tersebut terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi tanggap darurat bencana pada Dinas Sosial Kabupaten , Jawa Barat.

“KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM  untuk melakukan pencegahan ke luar negeri,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dikutip Antara, Senin (29/3/2021).

Pencegahan ke luar negeri dilakukan selama 6 bulan sejak 26 Februari 2021, namun Ali tidak menyebut siapa saja saksi yang diminta KPK untuk dicegah ke luar negeri.

Baca Juga:   Netizen Sepakat Tagih Janji Hukuman Mati Untuk Koruptor Dana Bansos

“Pencegahan ke luar negeri dalam rangka kepentingan pemeriksaan agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihak-pihak tersebut tidak sedang berada di luar negeri. Sehingga dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan penyidik KPK,” ucap Ali.

Diketahui, KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi rumah milik pihak terkait kasus pengadaan barang tanggap darurat tersebut pada Selasa (23/3/2021).

Ali Fikri menjelaskan, rumah yang digeledah berlokasi di Lembang dan Kota Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya KPK juga telah menggeledah rumah di wilayah Cimareme, Ngamprah, Bandung Barat, pada Minggu (22/3/2021).

“Untuk satu lokasi penggeledahan tersebut ditemukan dan diamankan bukti berupa barang elekronik yang terkait dengan perkara,” kata Ali.

Baca Juga:   KPK Tetapkan Status Tersangka Bupati Bandung Barat

Sebelumnya, penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung pada Sabtu (20/3/2021).

Ketiga tempat tersebut berlokasi di Desa Cicangkanggirang, Kecamatan Sindangkerta Bandung Barat, Buah Batu, Kabupaten Bandung; dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Dari ketiga lokasi itu ditemukan sejumlah bukti elektronik, menurut Ali, bukti-bukti tersebut segera dianalisis untuk diajukan penyitaannya guna menjadi bagian kelengkapan berkas perkara penyidikan dimaksud.

Sampai sekarang, KPK belum menyampaikan kasus secara detail dan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Pengumuman tersangka akan disampaikan saat KPK telah melakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka. (trd/red)