Korupsi
Ilustrasi gambar: Elangnews.com/Suray

“Kami mengingatkan kepada kejaksaan agar perkara-perkara besar yang ditangani […], tidak hanya berhenti pada satu dan dua terdakwa yang sudah divonis di sidang perkara .”

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Indonesia Corruption Watch () mengatakan kasus-kasus mega korupsi dengan nilai yang fantastis di tahun 2020 lebih banyak ditangani oleh pihak ketimbang Komisi Pemberantasan Korupsi ().

Hal itu disampaikan peneliti ICW Kurnia Ramadhan dalam konferensi pers tentang Laporan Hasil Pemantauan Persidangan Korupsi 2020, yang dilakukan secara daring, Senin (22/3/2021).

Baca Juga:   Pejabat Ditjen Pajak Tersangkut Suap Lagi, Bikin Masyarakat Malas Bayar Pajak

Kurnia mengatakan, di tahun 2020, KPK hanya menangani perkara dengan total kerugian untuk negara sebesar Rp114,8 miliar, sementara Kejaksaan Agung menangani perkara dengan nilai kerugian negara mencapai Rp56,7 triliun.

“Tentu tindakan kejaksaan ini patut diapresiasi, sekaligus kritik kepada KPK agar tidak hanya menangani perkara tindak pidana namun juga masuk lebih jauh pada isu pencucian uang yang lazim dilakukan oleh terdakwa korupsi,” papar Kurnia.

Baca Juga:   Ironis, Dapat Bung Hatta Award Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Namun demikian, Kurnia meminta agar Kejaksaan Agung juga melakukan pengembangan kasus untuk perkara dugaan korupsi yang merugikan negara dalam jumlah besar.

“Kami tidak pula luput mengingatkan teman-teman kejaksaan agar perkara-perkara besar yang ditangani dari sisi kerugian keuangan negara ada kesinambungannya, tidak hanya berhenti pada satu dan dua terdakwa yang sudah divonis di sidang perkara korupsi,” pungkas Kurnia. (trd/red)