lobster
Gambar ilustrasi: suray/elangnews.com

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan keseriusannya dalam kasus suap izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyeret nama Edhy Prabowo. Secara marathon KPK mendalami kasus tersebut.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, pada Rabu, 17 Februari 2021, penyidik memanggil Putri Elok terkait dugaan sewa apartemen yang menggunakan uang hasil suap.

“Putri elok didalami pengetahuannya terkait adanya penyewaan unit apartemen oleh AM (Amiril Mukminin) atas perintah EP (Edhy Prabowo). Adapun sumber uang untuk penyewaan apartemen tersebut diduga berasal dari para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benur di KKP,” ujar Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

KPK sita vila milik Edhy Prabowo
Tak berhenti sampai di situ, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyita sebuah vila dengan alamat Desa Cijengkol, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat milik Edhy Prabowo.

Aksi KPK tersebut dilakukan pada Kamis (18/2/2021) tepat pukul 18.00 WIB. Diketahui vila seluas 2 hektare tersebut diduga di beli oleh Edhy dengan menggunakan uang dari para eksportir yang sudah mendapatkan izin ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Diduga vila tersebut milik EP (Edhy Prabowo) yang dibeli dengan uang yang terkumpul dari para eksportir yang mendapatkan izin pengiriman benih lobster di KKP,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Ali juga menyebutkan, “Setelah dilakukan penyitaan, tim penyidik kemudian memasang plang penyitaan pada vila dimaksud.”

Baca:  KPK Tetapkan Nurdin Abdullah dan Dua Lainnya Sebagai Tersangka

Pemeriksaan delapan orang saksi
Hari ini, Jumat, 19 Februari 2021, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menjadwalkan memeriksa delapan orang saksi dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster alias benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjerat mantan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Masih dilansir dari Liputan6.com, dari 8 saksi itu diketahui terdapat seorang Tenaga Ahli DPR RI bernama Chusni Mubarok. Nama-nama lainnya adalah mantan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulfikar Mochtar, Petani Zulhijar, Karyawan Swasta Ade Tirta Kamandanu, PNS bernama Elsi, Karyawan Swasta Jaya Marlian, Wiraswasta Syaekhur Rahman, dan seorang Mahasiswi Esti Marina.

Belanja barang mewah
Diketahui pada sidang perdana kasus suap izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK mendakwa Suharjito menyuap Edhy Prabowo sebesar US$103 ribu dan Rp706 juta atau setara dengan Rp2,1 miliar. Suharjito merupakan pihak pemberi suap terhadap Edhy Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri untuk kepentingan pengurusan izin ekspor benih lobster (benur).

KPK kemudian membeberkan penggunaan uang haram tersebut, yang diduga untuk membiayai kehidupan mewah Edhy Prabowo.

Seperti pada 24 Agustus 2020, Edhy meminta dua orang anak buahnya mentransfer uang sebesar Rp168,4 juta ke salah satu rekening. Kemudian, Edhy meminta untuk dibelikan 8 unit sepeda dengan total harga Rp118,4 juta. Uang yang masih tersisa kemudian digunakan untuk membeli dua ponsel Samsung seharga Rp50 juta.

Baca:  Tegas! KPK Tidak Pernah Menghentikan Penyidikan Kasus Korupsi Bansos Covid-19

Masih di bulan Agustus, Edhy memerintahkan anak buahnya untuk membeli satu jam tangan merek Jacob&Co di Hongkong seharga HK$160 ribu, dan sebuah jam tangan merek Rolex Yacht master II Yellow Gold seharga

Seperti dikutip dari Tempo, nafsu belanja barang-barang mewah Edhy berlanjut saat perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada 17-24 November 2020.

Dengan menggunakan kartu kredit berjenis Emerald Personal, Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi, membeli dua jam tangan Rolex type Oyster perpetual, satu jam tangan Rolex Oyster Perpetual Datejust, satu dompet merek Tumi, tas koper merek Tumi, tas kerja Tumi, dua pulpen merek Mount Blanc, koper merek Louis Vuitton, tas Bottega Veneta Made in Italy, tas merek Louis Vuitton, 1 tas Louis Vuitton, tas Hermes Paris, tas koper merek Tumi, belasan baju celana, tas, jaket dan jas hujan merek Old Navy.

Selain itu, Edhy juga disebut membeli satu buah baju merek Brooks Brothers, celana merek Brooks Brothers, enam buah parfum merek Blue de Chanel Paris. Harga seluruh belanjaan itu adalah Rp 753,6 juta. (rwg/red)

Berita Nasional & Peristiwa : Kasus Edhy Prabowo; KPK Sita Vila di Sukabumi, Periksa Putri Elok, Hingga Tenaga Ahli DPR RI, ElangNews.com.