AZWAR – Selama ini berulangkali kita telah dibodohi dan ditakut-takuti dengan isu yang akan membuat bubar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Akibatnya banyak Ormas Islam yang menjadi sasaran kecurigaan dan kebencian. Mulai dari dibekukan ijin sampai dengan berbagai cara dibubarkan lewat tangan Kekuasaan.

Khilafah adalah jejak sejarah dari Peradaban Islam. Pernah menguasai hampir seluruh dunia. Masa gemilang dan jaman keemasan. Wajar jadi bahan diskusi dan perbincangan. Tidak ada yang buruk dengan Khilafah.

Tapi sekarang kata-kata Khilafah dianggap mewakili sesuatu yang jahat. Dianggap lebih jahat dari Kolonialisme dan Imperialisme Eropa yang sudah menjajah Nusantara sekian abad.

Justru sampai sekarang jejak Kolonialisme dan Imperialime Eropa yang masih mengancam . Sebut saja RMS di Maluku dan Separatis OPM yang masih aktif dan semakin membesar di . Diam-diam para tokoh-tokoh separatis Maluku dan Papua dilindungi dan didukung oleh Negara-negara Eropa.

Lucunya bangsa kita khususnya rezim sekarang lebih memilih mewaspadai ancaman yang cuma isapan jempol belaka dibandingkan ancaman separatisme nyata.

Tentu saja kita tidak menutup mata dengan gerakan-gerakan bersenjata skala kecil yang menyebut dirinya “mujahidin” seperti yang baru muncul lagi di Poso sekarang.

Baca:  Mengenal Pembunuh Khalifah Ali Bin Abi Thalib RA

Tapi saya yakin tidak ada satupun Umat Islam Indonesia yang mendukung ulah beberapa orang kriminal bejat itu. Tujuan kelompok itu juga tidak jelas sama sekali.

Berbeda dengan misalnya OPM di Papua. Tujuan mereka jelas untuk memisahkan diri dari NKRI. Mereka bahkan punya struktur bernegara dan angkatan militer. Bahkan diakui dan didukung oleh beberapa Negara khususnya di kawasan Melanesia. Juga diam-diam didukung oleh sebagian rakyat Indonesia atas nama kesamaan iman !

Jadi, sebelum terlambat. Ayo seluruh anak bangsa kita fokus dan serius mewaspadai Gerakan Separatisme di Papua. Saya meminta kelompok-kelompok yang selama ini jadi pengasong #NKRIhargaMati, Ormas-ormas yang merasa menjadi Penjaga NKRI, para cukong-cukong Papan Karangan Bunga, mari bersuara bersama melawan Separatisme di Papua.

Lupakan sejenak IB dan Ormasnya. Biarkan beristrahat dengan tenang. Tidak perlu memusuhi Oposisi. Tidak usah mencurigai Ulama-ulama yang tidak mau menjilat Penguasa. Mereka semua mungkin saja jauh lebih murni “NKRI-nya” dibandingkan anda semua.

Anti Penguasa bukan berarti anti Indonesia. Sebaliknya mendukung dan pendukung Penguasa bisa saja malah diam-diam mendukung Papua Merdeka!

Papua selamanya adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau Papua terlepas, berarti tali yang mengikat NKRI sudah longgar. Daerah-daerah lain kemungkinan akan melepaskan diri dan meminta merdeka juga.

Baca:  Jokowi Izinkan Investasi Miras, Anies Justru Ingin Jual Saham Bir di PT Delta Djakarta

Indonesia akan tinggal jadi catatan sejarah seperti khilafah.

Yang salah siapa? Ya Pemerintah ! Pemerintah telah gagal mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Khususnya rakyat di Papua. Energi Pemerintah khususnya di rezim sekarang lebih banyak terbuang untuk menggerecoki IB dan Ormas IB.

Kalau saja rakyat di Papua merasa sudah sangat sejahtera, maka isu-isu kemerdekaan akan teredam dengan sendirinya.

Rakyat di Papua meminta merdeka karena mungkin saja mereka merasa bisa lebih sejahtera bila keluar dari Indonesia. Mereka meminta merdeka karena selama ini dianggap berbeda. Sudah berapa kali Indonesia berganti rezim, penghargaan kepada rakyat Papua cuma dalam bentuk simbolis kursi Menteri.

Silahkan tanya rakyat Timor-timur (Timor Leste), melihat Indonesia sekarang, saya yakin mereka tidak akan pernah menyesal sama sekali sudah keluar dari Indonesia !

Sekali lagi saya himbau para pengasong #NKRIhargaMati, ayo kita ingatkan ramai-ramai Rezim Pak agar fokus lebih mewaspadai dan menyelesaikan kasus Separatisme di Papua dan Maluku. Dengarkan suara rakyat di sana. Jangan Bebek yang malah diajak ngobrol !!!

Follow Azwar