Kabar Baik, Insentif Nakes Tim Covid-19 Dikirim Langsung ke Rekening
Petugas kesehatan tengah mengambil sampel darah pengendara mobil. (Foto: Fajar)

Elangnews.com, Jakarta – Berbeda dengan tahun sebelumnya, pembayaran untuk yang menangani untuk tahun 2021 dibayarkan langsung ke rekening pribadi. Insentif tahun sebelumnya yang belum dibayarkan akan segera dilunasi.

Menurut Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kirana Pritasari, aturan pembayaran insentif diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07//4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19.

“Ada sejumlah pembaruan di antaranya insentif akan dikirim langsung ke rekening . Untuk itu, rekening tenaga kesehatan tersebut harus diinformasikan kepada Badan PPSDM agar bisa dibayarkan langsung,” kata Kirana dalam pernyataan yang diterima Elangnews.com, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga:   Buka Masa Sidang, Puan Maharani: DPR Perkuat Pengawasan Anggaran Covid-19

Menurut Kirana dengan sistem transfer langsung ini, beberapa hal yang selama ini dikawatirkan dapat diminimalisir.

“Mengenai adanya sorotan kemungkinan terjadinya pungutan atau pemotongan,” ujarnya. “Kemudian bisa dimonitor apabila terjadi keterlambatan karena akan bisa diketahui langsung penyebab keterlambatan tersebut,” ujarnya.

“Karena penerima insentif adalah para tenaga kesehatan yang bekerja maka usulan penerima insentif harus berasal dari fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Kirana, perubahan yang lainnya adalah ada pada proses menjaga akuntabilitas dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan.

Baca Juga:   AMSI Terima 2.725 Suplemen dari Pyridam Farma

“Hal ini tidak bisa disamakan kepada setiap individu tenaga kesehatan. Semakin tinggi risiko paparan terhadap penyebaran Covid-19 maka akan mendapatkan insentif secara lebih optimal sehingga ada perbedaan para nakes yang bekerja pada zona-zona tertentu,” ujarnya.

Menurut Kirana, diharapkan April usulan bisa disampaikan sehingga insentif dan santunan untuk tahun 2021 bisa segera dibayarkan. “Sedangkan untuk tunggakan 2020 sedang dilakukan proses review dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk selanjutnya bisa dibayarkan.,” kata Kirana. (Yat/Red)