Jokowi yang Tunjuk Langsung Gubernur 2022 dan 2023, PKS: Kekuasaan Kian Terpusat
Presiden (Foto: Setkab)

Elangnews.com, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan Presiden Jokowi yang akan menunjuk langsung penangung kawab (Pj) gubernur pada 2022 dan 2033 menyusul diundur menjadi tahun 2024.

Pernyataan Tito yang disampaikan di Komisi II DPR, kemarin, ini mendapat respons dari Partai Keadilan Sejahtera. Ketua DPP Mardani Ali Sera menyikapi pernyataan Tito sebagai wujud dari peniadaan Pilkada 2022 dan 2023 membuat kekuasaan kian terpusat pada satu orang.

Baca Juga:   Jubir Presiden Kirim Foto Lagi Rapat, Netizen Ramai-Ramai Merisaknya

“Ini yang dinamakan merampas hak rakyat untuk menentukan kepala daerahnya diambil oleh Pemerintah. Sesuai penjelasan Mendagri diambil oleh Presiden. Untuk masa yang lama hingga ada yang dua tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Kondisi ini, kata Mardani, semakin menegaskan bawa Pilkada 2022 dan 2023 relevan dan penting. “PKS tetap menuntut agar revisi UU Pemilu dijalankan termasuk menyelenggarakan Pilkada 2022 dan 2023,” ujar Mardani.

Baca Juga:   [OPINI] Pat Gulipat Uang PLN

Menanggapi pernyataan Mardani seorang netizen justru mengusulkan bukan pilkada serentak yang diundurkan justru Pilpres yang dipercepat menjadi 2022 atau 2023.

“Daripada Pilkada 2022 dan 2023 ditiadakan lebih baik dan Pilpres 2024 dimajukan ke 2022,” kelakarnya.

“Bagi-bagi jabatan aja terus. Hadeuh,” timpal netizen lainnya. (Yat/Red)