Jokowi Izinkan Investasi Miras, Anies Justru Ingin Jual Saham Bir di PT Delta Djakarta
Ilustrasi: Elangnews.com/Suray

Elangnews.com, Sejumlah kalangan termasuk ormas besar Seperti , Nadlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menolak Pepres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal sebagai anasir teknis UU Cipta Kerja.

Kendati investasi tersebut hanya berlaku untuk empat daerah, masing-masing , Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sulawesi Utara. Justru penolakan yang paling kencang disampaikan masyarakat Papua. Menurut mereka kriminalitas tinggi di Papua salah satu penyebanya adalah minuman beralkohol.

Gubernur Papua Lukas Enembe bahkan pada 2017 sempat mengatakan bahwa para penjual miras itu berperan terhadap punahnya orang asli Papua. Banyak orang Papua yang meninggal akibat miras.

Sementara Gubernur , salah satu janji politiknya adalah menjual saham milik Pemerintah Pemprov di PT Delta Djakarta yang memproduksi Anker Bir. Namun, sampai tiga kali diajukan untuk mendapat persetujuan DPRD sampai saat ini belum juga dikabulkan.

Baca Juga:   [Video Animasi] Museum Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam Jakarta

Pada 2019 silam Anies mengatakan bahwa Pemprov DKI memutuskan untuk melepas 26,25 persen saham di PT Delta Djakarta.

memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir, jadi 26,25 itu kita pasti dilepas. Jadi ini bukan akan, tapi pasti dilepas,” ujar Anies.

Namun, sampai sekarang belum kunjung terlaksana karena DPRD tetap tidak mengabulkannya. Padahal dalam hitungan Anies, dengan melepas 26,25 saham ini DKI dapat duit Rp 1,2 triliun.

“Kita akan memanfaatkan dana dari penjualan saham ini untuk pembangunan,” ujar Anies.

Menurut Anies, bila menunggu deviden yang besarnya Rp 38 miliar per tahun maka Pemprov DKI harus menunggu sampai 30 tahun untuk dapat dana Rp 1,2 triliun.

Baca Juga:   Ketika PBNU dan Muhammadiyah Kompak Tolak Perpres Investasi Miras

“Lebih baik Rp 1,2 triliun itu diambil sekarang dan bisa kita konversi,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan televisi.

Dana Rp 1,2 triliun dalam hitungan Anies dapat membangun 100 sekolah. “Bahkan kalau untuk membangun sarana air bersih bisa menjangkau 1 juta rumah. Atau kalau kita beli bus TransJakarta kita bisa dapat 240 unit bus yang baru. Ini juga ekuivalen bila kita membangun rumah sakit kelas A bisa sampai empat rumah sakit,” ujarnya.

Bila melihat dampak positif dan keuntungan yang diperoleh warga DKI Jakarta dari penjualan saham bir di PT Delta Djakarta tetapi kenapa justru pemerintah pusat malah membuka kran seluas-luasnya di Indonesia.

Pertanyaan inilah yang mungkin mengusik NU, Muhammdiyah, ICMI dan juga warga Papua yang merasakan dampak miras dalam kehidupannya. (Yat/red)