korupsi
Ilustrasi gambar: Elangnews.com/Suray

“Berdasarkan data , Kurnia Ramadhan menjelaskan, tahun 2020 total kerugian negara akibat tindak pidana mencapai Rp56,7 triliun.”

ELANGNEWS.COM, – Sepanjang tahun 2020, menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), kerugian negara akibat tindak pidana korupsi melonjak drastis hingga 4 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Angka ini meningkat sebanyak 4 kali lipat ketimbang tahun 2019. Pada tahun 2019 kerugian negara karena tindak pidana korupsi sebesar Rp 12 triliun,” jelas peneliti ICW Kurnia Ramadhan dalam konferensi pers tentang Laporan Hasil Pemantauan Persidangan Korupsi 2020, yang dilakukan secara daring, Senin (22/3/2021).

Baca Juga:   Awasi Bansos Covid-19 Jabodetabek, Koalisi Masyarakat Sipil Buka Pos Pengaduan

Berdasarkan data ICW, Kurnia Ramadhan menjelaskan, tahun 2020 total kerugian negara akibat tindak pidana korupsi mencapai Rp56,7 triliun.

Kemudian Kurnia merinci kasus-kasus korupsi dengan nilai kerugian negara yang fantastis di Indonesia selama tahun 2020 diantaranya adalah kasus penjualan Kondensat PT TPPI yang dilakukan Kepala BP Migas Raden Priyono dengan total kerugian Rp37,8 triliun.

Kemudian kasus korupsi Jiwasraya dengan terdakwa Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokro, diperkirakan kerugian negara mencapai Rp16,8 triliun.

Baca Juga:   Firli Bahuri Harap Napi Korupsi Jadi Agen Antikorupsi

Kasus korupsi lainnya yang merugikan negara hingga Rp202 miliar adalah kasus korupsi dana investasi yang dilakukan Pemimpin Divisi Tresuri PT Bank Sumut Maulana A Lubis.

Mega korupsi lainnya terjadi di kasus Blok ADK Cepu oleh Direktur PT Alam Bersemi Sentosa dengan kerugian negara sebesar Rp178 miliar.

“Terakhir kasus korupsi pengadaan BBM jenis Solar oleh Direktur PT PLN, Nur Pamudji, dengan kerugian Rp 173 miliar,” tambah Kurnia dalam paparannya. (trd/red)