Holding Rumah Sakit BUMN Klarifikasi Vaksinasi Berbayar
Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi.

Elangnews.com, Jakarta – Holding Rumah Sakit BUMN, PT Pertamina Bina Medika IHC mengklarifikasi tentang adanya informasi layanan vaksinasi mandiri alias berbayar yang dilakukan salah satu anggota holding, yaitu RS Pelni.

“Menanggapi beredarnya informasi yang berkaitan dengan vaksinasi dan dikaitkan dengan PT RS Pelni, kami selaku holding RS BUMN yang menaungi PT RS Pelni dengan ini menyampaikan klarifikasi,” demikian rilis resmi dari Corporate Secretary PT Pertamina Bina Medika, (02/02).

Pihak Pertamina Bina Medika mengatakan bahwa RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin. “Melihat banyaknya kesalahpahaman yang timbul atas informasi tersebut kami memutuskan untuk menarik informasi tersebut,” ujar Corsec Pertamina Bina Media.

Baca:  Ketua Gugus Tugas Doni Monardo Positif Terpapar Virus Covid-19

Dalam keterangan resmi itu juga disebutkan, bahwa informasi harga yang tercantum sebelumnya, bukan merupakan informasi resmi. Karena sampai hari ini, program vaksin yang berjalan adalah program vaksin pemerintah yang diberikan secara gratis dengan menggunakan produk vaksin Sinovac.

Masih dari keterangan resmi holding RS BUMN, IHC dan Grup RS dibawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi COVID-19.

Baca:  Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo Sembuh dari Covid-19

Pihak IHC juga menjelaskan bahwa seluruh program vaksin adalah dibawah kewenangan Kementerian Kesehatan. “Atas kesalahpahaman dan ketidaknyamanan yang timbul, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” permohanan maaf  dari Pertamina Bina Medika.

Sebelumnya Selasa (2/2), beredar poster bahwa RS Pelni, membuka layanan vaksinasi corona mandiri. Poster tersebut juga berisi jenis vaksin dan harganya. Vaksin Sinopharm dari G42 misalnya dibanderol paling mahal, Rp2,1 juta per dosis. Paling murah vaksin AstraZeneca, 1 dosis Rp110 ribu. (tup/red)