hacker
Gambar ilustrasi. Sumber: ayobandung.com

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Dunia digital sudah tidak asing lagi dengan istilah peretas (bahasa Inggris: hacker). Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan sebagai orang yang terobsesi untuk mengetahui lebih banyak tentang komputer atau orang yang mengakses komputer orang lain tanpa izin, biasanya dengan bantuan teknologi komunikasi.

Mereka dengan aktifitas meretas tersebut tentu saja harus memiliki pengetahuan teknis komputer dan jaringan di atas rata-rata manusia lainnya.

Terkait hal tersebut, ada sebuah pernyataan menarik dari mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, saat mengisi acara webinar yang digelar Korps Hukum TNI AD, Selasa (23/2).

Seperti dikutip dari CNNIndonesia, Hendropriyono mengusulkan kepada TNI untuk merekrut remaja-remaja peretas di Indonesia untuk tujuan bargaining power menghadapi bermacam gangguan keamanan dari luar khususnya di sektor siber.

Baca:  TNI Bantah Terlibat Dalam Penyidikan Bentrok FPI-Polisi

Pada kesempatan tersebut Hendro menyebut dua nama hacker Indonesia. Pertama, Putera Adji Adhari, bocah usia 16 tahun asal Tangerang yang pernah meretas situs keamanan NASA. Nama lainnya adalah Jim Geovedi asal Lampung yang popular dikalangan hacker dunia sebagai peretas dua satelit Indonesia dan satu milik China pada tahun 2019 silam.

Nama yang disebut terakhir, pada tahun 2006 pernah menjadi pembicara di BBC News yang dipandu oleh Deutsche Welle terkait isu keamanan satelit. Jim menyatakan bahwa dia tidak hanya sekadar melumpuhkan satelit, tetapi juga merubah arah orbit satelit yang dia retas.

“Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,” ujar Jim dalam wawancara tersebut.

Baca:  Tegas! Begini Pernyataan Panglima TNI Soal Media Sosial

Hebatnya, kemampuan Jim tersebut dimilikinya dari hasil belajar otodidak. Sayangnya, rumor yang berkembang, kini Jim memilih untuk tinggal di London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi yang dia bangun sendiri.

Indonesia sesungguhnya memiliki banyak nama anak-anak remaja dengan kemampuan yang luar biasa di dunia hacker internasional. Putera Adji Adhari dan Jim Geovedi hanyalah puncak gunung es yang nampak di permukaan.

Dalam pernyataan penutupnya, Hendropriyono sempat menyinggung “penjara kapitalisme” di era digital. “Kalian jangan mau saja dikurung dalam kurungan besi kapitalisme mancanegara yang sudah serba digital. Kita tidak akan ada apa-apanya kalau tidak bisa atasi hambatan apalagi tantangan. Just answer the challenge,” pungkas Hendropriyono mengakhiri pembicaraannya. (trd/red)

Berita Nasional & Peristiwa : Hendropriyono Ingin TNI Rekrut Peretas Indonesia, ElangNews.com.