AZWAR – Ketika ada anggota Ormas IB yang meneriakkan azan “hayya alal jihad“, tiba-tiba se Indonesia bereaksi.

Kata-kata “jihad” seakan-akan sebuah kata kriminal. Padahal arti jihad adalah “berusaha atau berjuang sungguh-sungguh”.

Berusaha atau berjuang menjadi muslim yang kaffah adalah juga merupakan jihad. Mencari nafkah buat anak-istri adalah jihad. Menegakkan amar maruf dan mencegah kemunkaran adalah jihad.

Jadi sangat salah kalau memaknai jihad hanya dengan Perang. Apalagi kalau dikaitkan dengan anggota Ormas IB. Bagaimana mungkin mereka mau berperang sedangkan mereka tidak memiliki senjata?

Sebaliknya Proklamasi Kemerdekaan Papua secara sepihak oleh Benny Wenda justru disikapi oleh rakyat dan Pemerintah Indonesia dengan santai.

Padahal Benny Wenda jelas-jelas pelaku makar sekaligus seorang kriminal. Akibat ulah provokasinya, berapa banyak Anggota TNI/Polri dan masyarakat yang tewas di Papua.
Sampai sekarang Benny Wenda dan OPM telah berulangkali menebar teror dan membunuhi warga sipil yang tidak berdosa.

Ayo Penguasa, palingkan wajah dan tolong lupakan sejenak Medan Petamburan. Fokus ke Medan Pertempuran di Papua.

Ayo para Pengasong Tagar NKRI harga Mati, saatnya kita bersatu mempertahankan Tanah Papua dalam bingkai NKRI.

Ayo para Cukong pengirim Papan Karangan Bunga. Saya minta kirimkan Papan Karangan Bunga berisi kata “Papua Selamanya Bagian dari Indonesia” ke depan Istana Merdeka.

Ayo Ormas yang mengaku-ngaku Panjaga Kedaulatan NKRI, buktikan hasil latihan kalian memakai senapan gedebog pisang dan segera berangkat ke Papua untuk mempertahankan kedaulatan NKRI kita.

Kalau tidak ada ongkos, kami siap urunan !!!

Follow Azwar