Buruh
Mirah Sumirat Presidium Aliansi Gerakan Bersama Usut (GEBUK). Foto: .or.id

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Hari ini, Kamis 8 April 2021, sejumlah buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Bersama Usut Korupsi (GEBUK) akan aksi turun ke jalan menuju Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Seperti yang sudah diberitkan sebelumnya, mereka menuntut dilakukannya pengusutan atas kasus dugaan korupsi di .

“Gebuk akan kembali melakukan aksi unjuk rasa guna menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum untuk serius dalam membongkar dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan dan di berbagai instansi pemerintah,” tegas Presidium GEBUK Mirah Sumirat dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021).

Mirah menjelaskan tiga tuntutan dalam aksi turun ke jalan hari ini.

Pertama, tuntaskan dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan dan meminta pertanggungjawaban direksi dan Dewan Pengawas untuk mengembalikkan dana milik pekerja yang diduga dikorupsi oknum pejabat BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga:   Desak Pembatalan UU Cipta Kerja, KSPI: Puluhan Ribu Buruh Akan Datangi MK Besok

Kedua, penuntasan semua dugaan kasus korupsi yang terjadi di lingkaran eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan usaha milik negara (BUMN).

Ketiga, penegakkan hukum tanpa tebang pilih dengan mengadili dan menjatuhkan hukuman berat kepada seluruh pelaku korupsi uang rakyat.

Mirah Sumirat dalam keterangan tertulisnya juga mendesak kepada KPK untuk berani jujur dalam mengungkap dan mengusut kasus korupsi.

Kepada PPATK, lanjut Mirah, pihaknya mendesak untuk transparan dalam mengungkap dugaan aliran dana mencurigakan yang dilakukan pihak-pihak yang patut diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi.

“Gebuk siap mendukung aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, yang saat ini seolah menjadi tidak berdaya ketika berhadapan dengan kekuatan di belakang para pelaku korupsi,” pungkasnya.

Baca Juga:   IHSG Terjun Bebas, karena BPJS Ketenagakerjaan?

Diketahui, pada 25 Maret 2021 yang lalu, Aliansi GEBUK (Gerakan Bersama Usut Korupsi) juga sudah menggelar aksi di kantor Kejaksaan Agung dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dengan tuntutan usut tuntas dugaan mega korupsi pengelolaan uang dan dana di BPJS Ketenagakerjaan, yang kerugiannya diperkirakan mencapai Rp20 triliun.

GEBUK juga menuntut pengusutan kasus korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp16,8 triliun, kasus korupsi PT Asabri (Persero) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp23,73 triliun dan kasus korupsi dana bantuan sosial Covid-19, yang melibatkan pejabat Kementerian Sosial dan merugikan keuangan negara sebesar Rp17 miliar. (trd/red)