Habib Rizieq Protes Sidang Virtual Rawan Disabotase
Habib Rizieeq Shihab protes karena sidang virtual tidak efektif bahkan merugikan dirinya. (Foto: Twitter)

Elangnews.com, Jakarta – Sidang perdana Pimpinan Front Pembela Islam () di Pengadilan Negeri Jakarta Timur terpaksa diskors karena terkendala sinyal. Sidang akan dilanjutkan kembali Jumat (19/3/2021).

Seperti dipantau Elangnews.com, komunikasi dalam sidang memang sangat terganggu. Ketika Rizieq tengah bicara sering terdengar bunyi mendengung dan suaranya kabur. Begitu juga mengaku tidak mendengar ketika pengacaranya yang dipimpin Munarman bicara, suaranya tidak jelas.

Rizieq yang menjalani persidangan dari Rutan Bareskrim Polri ini memprotes majelis hakim dan memohon agar bisa dihadirkan dalam persidangan berikutnya. Sidang dalam di (Jakarta), Megamendung (Kabupaten Bogor) dan RS Ummi (Kota Bogor) ini dinilai Rizieq sangat tergantung pada sinyal dan ini sangat merugikan pihaknya.

Baca Juga:   UNDP Temukan 42 Persen Masyarakat Alami Kekerasan Selama Pagebluk Covid-19

“Melalui online ini suara tidak jelas, suara sering terputus bahkan bergantung dengan sinyal dan setiap saat teknologi ini bisa disabotase,” kata Rizieq.

“Jadi melalui online ini akan sangat merugikan saya sebagai terdakwa,” tambahnya. “Apalagi kalau sudah pemeriksaan saksi-saksi ini bisa merugikan saya.”

Selanjutnya, kata Rizieq, kalau alasannya tinggal menerapkan protokol kesehatan karena bisa dengan jaga jarak dan juga memakai masker. “Faktanya ada beberapa tokoh dalam persidangan dihadirkan di masa Covid-19 ini seperti Irjen Napolen Bonaparte. Ada tokoh yang bisa dihadirkan di dalam persidangan kenapa saya tidak?” ujarnya.

Baca Juga:   Pemerintah Izinkan Salat Tarawih dan Ied Berjamaah, Ini Syaratnya

“Ini jadinya diskriminasi, padahal kita kan sepakat tidak ada diskriminasi,” tambahnya.

Faktanya, sambung Rizieq, dirinya kini ada di Mabes Polri tidak di persidangan. Rizieq sangat berharap bisa dihadirkan di persidangan. “Jangan sampai ini sidang abal-abal karena ini tidak diperhatikan secara nasional saja tetapi juga disaksikan dunia internasional. Kalau ada diskriminasi maka ini akan mempermalukan Indonesia,” ujarnya.

“Saya berharap majelis hakim dapat mengambil kebijakan untuk menghadirkan saya di persidangan,” harapnya.

Selama Rizieq berbicara suaranya beberapa kali terganggu dengungan yang memekakkan telinga. Beberapa bagian kalimat dan ucapan Rizieq sampai tidak jelas terdengar. (Yat/Red)