Gatot Nurmantyo: Waduh Itu Anak Nggak Beradab tuh Dongkel Anaknya SBY
mantan Panglima TNI . (Foto: cnbcindonesia)

Elangnews.com, Jakarta – Bukan hanya Kepala Staf Kantor Kepresiden (KSP) ternyata yang ditawari menjadi ketua umum Partai . Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pun ternyata sempat ditawari sekelompok orang. Namun dengan pertimbangan moral dan etika Gatot menolaknya.

Belakangan Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa di , Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3/2021) didapuk menjadi ketua umum sekaligus menjadi lawan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono hasil Kongres V Demokrat di Jakarta 15 Maret 2020.

“Siapa sih yang ngak mau dengan partai yang dapat suara 8 persen (Pemilu 2019 7,77 persen-red). Pernah membawa menjadi presiden. Ada juga yang datang kepada saya. Menarik juga,” kata Gatot dalam perbincangan di kalan FNN Channel berdurasi hampir 20 menit ini.

Baca Juga:   Menguat Desakan KLB Demokrat, Hencky Luntungan: Ketidakmampuan AHY Jadi Sumber Polemik Partai

“Wah menarik juga. bagaimana prosesnya?” tanya Gatot.

“Begini, Pak. Kita bikin .” jawab seseorang yang datang menghadap Gatot.

“Setelah KLB terus gimana?”

“Kita mengganti dulu. Mosi tidak percaya agar AHH turun. Setelah AHY turun baru pemilihan.”

“Oh, begitu ya.”

Tentu saja, Gatot tidak tertarik dengan tawaran itu. Apalagi menurunkan AHY. “Begini loh saya ini bisa naik bintang satu, bintang dua,… Taruhlah itu biasa. Tapi saya naik bintang tiga itu Presiden pasti tahu, saat itu Presiden Pak ,” kata Gatot melanjutkan perbincangan.

Jabatan Pangkostrad, kata Gatot, pasti diketahui Istana apalagi presidennya mantan tentara saat itu. “Bahkan saat saya Pangkostrad sempat dipanggil ke Istana ‘kamu akan dijadikan Kepala Staf Angkatan Darat’,” ujar Gatot mengutip SBY.

Baca Juga:   Saiful Mujani: Nasib Demokrat Tergantung Negara, Jokowi Bisa Hentikan Manuver Moeldoko

Saat itu Gatot menyatakan terimakasih atas kepercayaannya dan akan melaksanakan tugas dan akan pertanggung jawabkan.

“Laksanakan tugas dengan profesional cintai prajuritmu dan keluarga dengan segenap hati dan pikiranmu. Beliau tidak titip apa-apa tidak pesan yang lainnya,” kenang Gatot.

“Apakah iya saya dibesarkan oleh dua presiden, PaK SBY dan Pak Jokowi. Terus saya membalasnya dengan mencongkel anaknya. Lalau value atau nilai-nilai apa yang akan saya berikan kepada anak anak saya,” kata Gatot.

Menurut Gatot, nanti publik pun akan menudingnya. Dan itu sangat mungkin. “Waduh itu anak ngak beradab tuh sudah dijadikan KSAD anaknya (SBY) dicongkel karena ambisi untuk yang lebih besar lagi.” (Yat/Red)