Empat Sumur Balongan Terbakar, Produksi Kilang TPPI dan Cilacap Bakal Digenjot
Tangki 301 yang meludeskan empat sumur di Kilang , Kabupaten , Jawa Barat. (Foto: Instagram)

Elangnews.com, Jakarta – Kebakaran Tangki 301 yang meludeskan empat sumur di , Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dipastikan tidak akan mengganggu suplai minyak secara nasional. meminta masyarakat tidak khawatir karena stok cukup.

Pernyataan itu disampaikan Dikertur Utama Pertamina Nicke Widyawati serta Direktur Logistik dan Infrastruktur Mulyono di Jakarta, Senin (29/3/2021).

“Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Investigasi dilakukan. Fokus kami menyelesaikan kondisi darurat di lapangan,” kata Nickie.

Kebakaran juga, kata Nickie, dipastikan tidak akan menjalar karena dibatasi tanggul, dilakukan normal shutdown dan di sekitar area dilakukan pendinginan.

Baca Juga:   Kilang Balongan Terbakar, Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman

Mulyono memastikan kebakaran tidak mengganggu stok bahan bakar minyak () nasional.

“Kondisi sangat-sangat aman bahkan luber,” kata Mulyono saat jumpa pers bersama Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Mulyono meyebutkan gasolin atau bensin nasional stoknya 10,5 juta barel cukup untuk 27 atau 28 hari ke depan. Solar mencapai 8,8 juta barel cukup untuk 20 hari dan avtur mencapai 3,2 juta barel cukup untuk sampai 74 hari.

“Jadi tidak perlu panik ditambah lagi konsumsi nasional belum normal (pandemi),” ujarnya

Baca Juga:   Kilang Balongan Terbakar, Pertamina Berpotensi Rugi lebih Rp1 Triliun

Mulyono menyebutkan, Kilang Balongan selain untuk Balongan sendiri BBM disalurkan untuk Terminal Cikampek (Bandung) dan Plumpang (Jakarta).

Bila terjadi kekurangan pun, kata Mulyono, terminal Plumpang dapat disuplai dari Kilang Cilacap dan Kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). “Kilang Cilacap dapat dinaikkan produksinya hingga 300 ribu barel dan Kilang TPPI bisa dinaikkan produksinya hingga 500 barel,” ujar Mulyono.

“Kilang tidak bermasalah dan hanya normal shutdown. Pemadaman bisa berlangsung empat atau lima hari,” ujarnya. (Yat/Red)