Dubes Inggris Sayangkan Indonesia Tak Ikut All England, Dubes Indonesia Minta Hentikan Pertandingan
Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo pada pertandingan putaran pertama di Birmingham sebelum mereka diminta mengisolasi diri. (Foto: BWF)

Elangnews.com, Dubes untuk dan Timor Leste Owen Jenkins secara resmi mengeluarkan pernyataan yang menyayangkan Tim Bulutangkis Indonesia tidak bisa tampil di ajang bergengsi .

Menurut Jenkis, keputusan itu tak bisa dihindari karena Inggris menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti halnya dilakukan Pemerintah Indonesia dan dunia.

“Keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang tidak mengizinkan Indonesia berpartisipasi dalam Turnamen All England demi pencegahan , sangat disayangkan,” kata Jenkis dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2021).

Jenkis memuji Indonesia memiliki atlet bulutangkis paling berbakat dan digemari dalam sirkuit bulutangkis. “Saya sangat bersimpati terhadap para atlet bulutangkis Indonesia yang terdampak,” ujarnya.

Baca Juga:   Kebut RUU Data Pribadi, Menteri Johnny: Sudah Dibahas 145 dari 371 DIM

“Kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Inggris untuk melihat apakah ada yang bisa dilakukan tentang permasalahan ini,” tambah Jenkis.

Sementara Duta besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya mengusulkan All England 2021 dihentikan sementara agar berlaku adil bagi semua tim.

“Opsi pertama yang bisa dilakukan, berikan kesempatan PCR kepada atlet dan Tim Indonesia pada hari ini dan dengan hasil yang segera,” kata Desra. “Apapun hasilnya kita akan menghormati karena itu fakta,” tambahnya.

Desra juga meminta BWF untuk mempertimbangan menunda All England 2021. “Dihentikan sementara semua pertandingan untuk memberi kesempatan isolasi mandiri. Semua diberikan treatment yang sama dan setelah 10 hari pertandingan dimulai lagi,” ujarnya.

Baca Juga:   Holding Rumah Sakit BUMN Klarifikasi Vaksinasi Berbayar

“Opsi terakhir kalau memang angka positif cukup besar dan cukup masif ya dihentikan toh tak ada urgensinya juga mengingat untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh atlet termasuk juga atlet Indonesia,” ujarnya.

Seperti ditulis sebelumnya, keputusan mediskualifikasi Tim Bulutangkis Indonesia menyusul prokes Pemerintah Inggris sangat ketat karena kontingen menggunakan pesawat dari Turki. Sementara di Turki kasus Covid-19 sedang mengganas dan salah satu penumpang anonim ada yang positif. (Yat/Red)