Enyahlah Corona
Ilustrasi : Ayo Vaksin! Kita Bersatu Melawan Corona. (ElangNews/Suray)

Elangnews.com, Jakarta – Negara produsen vaksin telah mengembargo pengiriman ke negara lain menyusul kembali terjadi lonjakan jumlah korban terinfeksi. Gelombang ketiga Covid-19 terjadi di sejumlah negara Eropa dan juga India menyusul ditemukannya mutasi baru.

Menyikapi kondisi global tersebut, Wakil Ketua Komisi IX Emmanuel Melkiades Laka Lena dalam pernyataannya yang diterima Elangnews.com, Sabtu (27/3/2021), mendesak pemerintah untuk mendorong percepatan produksi vaksin sendiri, seperti dan .

“Pemerintah mesti sungguh-sungguh memikirkan alternatif yang sama sekali tidak diintervensi pihak asing adalah bagaimana mulai memikirkan produksi vaksin dalam negeri,” kata Laka Lena.

Baca Juga:   All England 2021: Penumpang Terindikasi Positif Covid-19, Indonesia Isolasi 10 Hari

Menurut politikus Golkar ini, pengembangan vaksin Nusantara dan vaksin Merahputih harus menjadi pioritas pemerintah. “Vaksin-vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan di Indonesia masih sangat labil, baik ketersediaan hingga pengaruh pada sosial ekonomi dan politik yang berujung pada embargo,” ujarnya.

Menurut Laka Lena, bukan cuma masalah terkait ketersdiaan vaksin buatan asing melainkan juga efikasinya. “Yang paling mungkin bisa kita kerjakan hari ini adalah fokus kepada pengembangan vaksin dalam negeri, yaitu vaksin Nusantara dan vaksin Merahputih. Ini alternatif yang paling mungkin untuk diseriusinya,” tegasnya.

Selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, kata politikus asal Nusatenggara Timur ini, suatu saat Indonesia juga bisa mengekspornya. “Apabila vaksin yang dihasilkan di dalam negeri ini sudah betul-betul memadai kita bisa memenuhi kebutuhan untuk kita ekspor ke luar negeri,” ujarnnya.

Baca Juga:   Kasus Pengadaan Barang Darurat di Kab. Bandung Barat, KPK Cegah 3 Saksi ke Luar Negeri

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menyebut kasus harus menjadi momentum Indonesia memproduksi vaksin sendiri. Dia meminta pemerintah untuk mempercepat uji klinis vaksin Merah Putih atau juga vaksin Nusantara.

“Jangan sampai kita menjadi korban embargo vaksin dan masyarakat menjadi korban,” tegas Dasco. (Yat/Red)