ELANGNEWS.COM alias Emha Ainun Nadjib menyerukan agar diadakannya dialog empat mata antara Presiden dengan Imam Besar FPI setelah terjadinya peristiwa berdarah tewasnya enam orang laskar FPI dini hari, Senin (7/12). Menurut Cak Nun, pertemuan tersebut baiknya di mediasi oleh Jusuf Kalla atau Gus Mus.

Sambil menunggu presiden mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya enam rakyatnya, sekarang saatnya terjadi dialog empat mata antara Jokowi dengan Habib Riziq. Di-‘wali’-i misalnya oleh Pak Jusuf Kalla dan Gus Mus (KH Mustofa Bisri),” demikian pernyataan Cak Nun sebagaimana dikutip dari caknun.com, Selasa (8/12).

Menurut hematnya, dialog seperti ini bisa dan baik untuk dilanjutkan dengan dialog lainnya antar kelompok dan tokoh-tokoh bangsa ini untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Menang bersama, bukan menangan sendiri 2- Semua insyaallah menjadi lerem dan tenang oleh pertemuan itu 3- Tidak boleh ada yang dipermalukan. Menang tanpo ngasorake. Yang menang NKRI, Persatuan Kesatuan, Bangsa dan Rakyat . Win-win Game.

Kita punya Pancasila, kita pelaku Demokrasi, kita punya warisan wisdom luar biasa dari sejarah masa silam. Kita pastikan apapun yang terlanjur terjadi, pada akhirnya yang menang adalah bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Cak Nun.

Jatuhnya korban jiwa dan pembelaan diri antara dua pihak yang bertikai seperti FPI dan polisi menurut Cak Nun berasal dari permusuhan yang belum terselesaikan.

Dirut Bank Permata jadi Nakhoda Lembaga Investasi Negara

Semua pertengkaran nasional yang tak ada ujungnya ini karena semua pihak tidak mempelajari, mendewasai dan membijaksanai manajemen jarak antara musyawarah menuju mufakat dalam sila-4 Pancasila,” dikatakan Cak Nun.

Cak Nun Dorong Dialog Empat Mata Jokowi-Habib Rizieq FPI

Komentar netizen:

James Bakara
Begitu terjadi dialog, maka hilanglah semua perkara pidana nya dan kecewalah semua yg merasa dirugikan.

Kustini Yoseph
Dialog mau ngapain sih… Pak Jokowi sibuk urusan negara. Klo urusan orang yg melanggar hukum sebaiknya urusannya dengan Polisi.

Victor Wily
Hukum harus tetap berlanjut tak pandang bulu tak ada rekonsiliasi nanti besar kepala di anggap orang penting oleh negara, padahal suka bikin onar dan melanggar hukum

tak lebih cm pimpinan ormas yg kebetulan di jakarta,yg menjadi ibukota.jd teriak sedikitpun akan jd perhatian.cb kl didaerah suaranya tak lebih dr suara nyamuk.HRS hanya pimpinan ormas tak sebanding dengan presiden,akan merasa jumawa jika keinginanya selalu dituruti.Negara ini lebih besar dari HRS & ormasnya jgn kalah oleh mereka….

Rose Henny
Ngaco nih Cak Nun. Mbok hargai dong Pak Jokowi itu kan lambang Negara, Presiden Republik Indonesia. Mana budaya Jawamu, mana unggah ungguhmu, klo kadrun sih emang nggak punya unggah. Jangan ditiru Cak.

Ari Sumari
HRS urusannya polisi
Caak cak ,ngene cak NU & Muhammadiyah sudah se abat lamanya tiada konflik dengan pemerintah ,krana tau cara dan mencintai NEGARANYA SENDIRI,
sedangkan FPI baru berdiri setelah suharto lengser entah apa tujuanya dan siapa seponsornya sudah se macam ,negara di bikin seakan mau di arahkan seperti afganistan ,profokator sana sini bukan tidak mungkin akan jadi seperti taliban kalau di biarkan lama!

Pertemuan Emha Ainun Najib dan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir

Yos Tonis
Kali ini ca Nun keliru,bukan levelnya presiden dialog sama Rizik Shihab,itu bagiannya kapolda utk MENANGKAP orang seperti Rizik Shihab yang tidak tau aturan hukum,

Umi Irma
Kan habib juga sudah minta maaf sama polisi bahwa dia itu salah karna melanggar aturan PSBB trus tdk mntaati hukum karna dua panggilan tdk di penuhi seharusnya sesorang Islam yg briman harus taat kpada hukum Allah dan pemimpinya ..

Mangasi Sibarani
Sy jadi ragu dgn Cak Nun, buat apa dialog dgn HRS.?.
Kecuali kl HRS ini seorang panutan utk masyarakat Nusantara.

Boyke Muhammad Reza
Tafsiran tidak tepat Cak Nun.. seharusnya RS di dorong Ksatria dan Bertanggungjawab itu saja, biarkan keadilan berproses dengan semestinya..
Jadilah contoh dan teladan buat anak-anak bangsa, termasuk dalam memberikan solusi.
Tidak ada masalah pribadi antara RS dan Jokowi Cak

Widodo Panjaitan
Dialog hanya akan menciptakan kesepakatan kesepakatan tertentu yg jelas tidak menguntungkan rakyat.. lagian apa yg perlu di dialogkan. Udah jelas pelanggaran hukum maka biar hukum yg memutuskan…

Komentar lainnya.