Beredar Surat Pemotongan Insentif Tenaga Kesehatan Pandemi Covid-19
Beredar surat Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tentang pengurangan insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19

Elangnews.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (SMI) bersurat kepada Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Dalam suratnya, SMI memohon perpanjangan pembayaran insentif bulanan dan santunan bagi tenaga kesehatan dan peserta Program Pendidikan dokter Spesialis (PPDS) yang menangani Covid-19.

Surat ini dipublikasikan oleh pemilik akun @ppdsgramm di media sosial Instagram. Dalam keterangan gambar, akun @ppdsgramm menuliskan bahwa di 2021 insentif tetap dilanjutkan. “Walau setengah dari sebelumnya, tak mengapa,” tulis akun @ppdsgramm, (02/02).

Isi surat itu menunjukkan bahwa SMI memotong insentif bagi tenaga kesehatan. Dalam surat bernomor, S-65/MK.02/2021 tanggal 1 Februari 2021 itu menyebutkan, insentif dokter spesialis sebesar Rp7,5 juta, insentif peserta PPDS sebesar Rp6,25 juta, insentif dokter umum dan gigi sebesar Rp5 juta, insentif perawat dan bidan sebesar Rp3,75 juta dan insentif tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp2,5 juta. Sementara santunan kematian sebesar Rp300 juta per orang.

Baca:  Gubernur Anies dan Wagub Ariza Kompak Kunjungi RSUD Khusus Covid Kebayoran Lama

Padahal sebelumnya besaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit setinggi-tingginya sebesar Rp15 juta untuk dokter spesialis dan untuk dokter umum dan gigi sebesar Rp10 juta. Sementara insentif untuk bidan dan perawat sebesar Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya sebesar Rp5 juta. Itu artinya, semua insentif tenaga kesehatan, mengalami penyusutan.

Baca:  Google Berniat Buat Aplikasi Smartphone Pelacak Virus Corona

Untuk besaran santunan kematian sendiri tidak berubah, yaitu sebesar Rp. 300 juta. Santunan ini diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan dikarenakan paparan Covid-19 saat bertugas.

Sebelumnya, SMI akan mengurangi insentif bagi tenaga kesehatan. “Untuk kesehatan, Bapak Presiden memutuskan insentif nakes diteruskan tahun 2021 meski magnitude-nya diturunkan,” ucapnya dalam rapat bersama Komisi XI, Rabu (27/1).

Per Desember 2020, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan insentif bagi tenaga kesehatan senilai Rp7,69 triliun. Insentif tersebut dibayarkan ke tenaga kesehatan sebanyak 727.400 personel.
(tup/red)