Bentrok TNI vs Polri, Sebabnya Selalu Sepele
Kerusakan parah di Kantor Polsek Ciracas Jakarta Timur pada peristiwa 29 Agustus 2020. (Foto: Liputan6.com)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Lagi-lagi bentrok antara personel dan selalu disebabkan karena hal-hal sepele. Kasus yang terjadi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021) dini hari, yang menewaskan seorang personel TNI merangkap menjadi petugas keamanan kafe penyebabnya kesalahpahaman.

Petugas keamanan , Sinurat, tewas setelah ditembak anggota Polsek Kalideras yang disebutkan menolak membayar biling sebesar Rp3,3 juta. Terjadi perang mulut yang berujung oknum polisi menyalakkan pistolnya hingga menewaskan Sinurat dan melukai dua pegawai RM Kafe.

Berikut ini beberapa rangkuman kasus bentrok TNI vs Polri yang terbaru dan penyebabnya lebih banyak karena kesalahpahaman.

1. TNI vs Polri: Sulbar

Kasus di Sulawesi Barat tepatnya di Mamuju aparat Polri terlibat bentrok dengan TNI Angkatan Udara di Bandara Tampa Padang, Kamis (28/1/21) malam. Tidak ada korban jiwa tetapi tiga personel Polri luka-luka. Penyebabnya sepele adu mulut lantaran tersinggung dilarang merokok.

2. TNI vs Polri: Sumatra Utara

Sekelompok anggota Polri dan TNI bentrok di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (27/2/2020) siang. Bentrok bermula lantaran kesalahpahaman antara kelompok Kapolsek Pahae Jae Polres Tapanuli Utara AKP Ramot S Nababan bersama beberapa personelnya sedang mengatur arus lalu lintas akibat kecelakaan tunggal sebuah truk Fuso. Kecelakaan itu membuat kondisi jalan menjadi macet.

Baca Juga:   Hendropriyono Ingin TNI Rekrut Peretas Indonesia

Saat itu, datang sebuah mobil dari arah Sipirok menuju Tarutung yang ditumpangi Komandan Kompi (Danki) A Batalyon Infanteri 123 Rajawali Kapten Infanteri Ridwan. Kemudian, saat mobil yang dikendarai Danki berusaha lewat di tengah kondisi macet, Kapolsek menegur hingga terjadi adu mulut dan memancing pihak lain yang sedang membantu mengurai kemacetan.

3. TNI vs Polri: Papua

Di Papua anggota Polri dan TNI Angkatan Darat terlibat baku tembak di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Minggu (12/4/2020). Dalam perseteruan itu tiga orang tewas. Penyebabnya seperti biasa, soal kesalahpahaman. Korbannya tiga anggota Polri tewas. Ketiga anggota Polres Mamberamo Raya yang meninggal akibat luka tembak yaitu Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga dan Briptu Alexander Ndun.

4. TNI vs Polri: Jakarta

Kasus di Ciracas, Jakarta Timur, termasuk bentok yang paling besar melibatkan TNI dan Polri. Sekira 100 personel TNI AD menyerang Polsek Ciracas, 29 Agustus 2020. Penyebabnya ini malah terkesan konyol. Seorang anggota TNI jatuh kemudian berita yang tersebar di kalangan teman-temannya berujung hoaks. Bukan hanya kerugian fisik karena Kantor Polsek Ciracas yang diserang tetapi juga banyak anggota Polsek yang luka-luka.

Baca Juga:   Baru Sehari Diteken, Kapolri Cabut Telegram Larangan Media Siarkan Arogansi dan Kekerasan Polisi

5. TNI vs Polri: Jakarta

Dua anggota Subdit Dalmas Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya dikeroyok anggota TNI di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (9/6/2018). Akibat kejadian itu, personel kepolisian mengalami luka memar dan lebam di wajah. Dikabarkan pengeroyokan dilakukan sekelompok orang yang diduga oknum prajurit TNI.

6. TNI vs Polri: Jakarta

Masih di Cijantung dua hari sebelum dua prajurit TNI Serda Nikolas Kegomoi dan Serda Darma ditusuk orang tak dikenal saat terlibat keributan di tempat biliar di Jalan Raya Bogor Km 30, Cimanggis, Depok, Kamis (7/6/2018) pukul 03.30 WIB. Dua anggota TNI itu mengalami luka tusuk di perut. Serda Darma Aji akhirnya meninggal duniadi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, setelah sempat mendapat perawatan. Belakangan diketahui penusuk kedua prajurit TNI adalah oknum polisi.