Bentjok dan Heru Hidayat kembali menjadi Tersangka di Kasus Asabri
Terpidana kasus Jiwasraya dan tersangka kasus Asabri, Benny Tjokrosaputro

Elangnews.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi industri jasa keuangan. Kali ini Gendung Bundar, julukan tim penanganan kasus korupsi di Kejagung, menggarap  dugaan kesalahan pengelolaan keuangan dana investasi PT Asabri (Persero) periode 2012-2019.

Kejagung telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus ini. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers di kantor pusat Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Dua dari 8 tersangka tersebut merupakan terpidana kasus korupsi Jiwasraya, yaitu Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. Keduanya telah divonis hakim dengan hukuman penjara seumur hidup karena terbukti melakukan tipikor di kasus Jiwasraya.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejagung memeriksa 10 orang saksi dalam kasus itu. Mereka di antaranya adalah eks Direktur Utama Asabri Adam Damiri (AMD) dan eks Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja (SW). “Delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut,” kata Eben.

Baca:  Taipan Tan Kian Bantah Terlibat Cuci Uang Bentjok di Asabri

Berikut kedelapan tersangka itu:

  1. Eks Direktur Utama Asabri Adam R Damiri (ARD)
  2. Eks Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja (SW)
  3. Mantan Direktur Keuangan PT Asabri dengan inisial BE
  4. Direktur Asabri HS
  5. Kadiv Investasi Asabri IWS
  6. Direktur Utama PT Prima Jaringan LP
  7. Pemilik PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro (BT)
  8. Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat (HH)

Tersangka SW dan ARD  ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Sementara empat lainnya (BE, HS, IWS, LP) langsung dilakukan penahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Rutan Kelas I Jambe Tigaraksa Tangerang.

Penahanan para tersangka tersebut untuk waktu selama 20 hari terhitung sejak hari ini Senin, 1 Februari 2021 s/d 20 Februari 2021. Sedangkan Bentjok dan Heru Hidayat sudah menjadi terpidana dalam perkara yang lain (kasus Jiwasraya) sehingga tidak dilakukan penahanan (ditahan dalam perkara lain).

Baca:  Taipan Tan Kian Bantah Terlibat Cuci Uang Bentjok di Asabri

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung memeriksa 10 orang saksi, di mana 8 ditetapkan tersangka sebagaimana disebut di atas.

Saksi yang diperiksa kemarin (1/2) antara lain :

1.ARD selaku mantan Direktur Utama Asabri;

2.IWS selaku Kadiv Investasi Asabri Juli 2012 s/d Januari 2017;

3.AWD selaku Direktur Utama PT Milenium Capital Management;

4.BE selaku mantan Direktur Keuangan Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014;

5.SW selaku Direktur Utama Asabri periode Maret 2016 s/d Juli 2020;

6.HS selaku Direktur Asabri periode 2013 s/d 2014 dan 2015 s/d 2019;

7.EHP selaku Direktur Utama PT Insight Investment Management;

8.FF selaku Direktur Utama PT Mega Capital Investama;

9.AH selaku Direktur Utama PT Lautandhana Investment Management;

10.LP selaku Direktur Utama PT Prima Jaringan. (tup/red)