Banjir Semarang Telan 4 Korban Jiwa
Kondisi Banjir di Semarang (Foto: Solopos)

ELANGNEWS, Jakarta – Kota Semarang mengalami banjir dan tanah longsor pada Sabtu (6/2) saat subuh sekitar pukul 05.00. Menurut data yang kami dapat dari bagian Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, sebanyak 5 kecamatan terdampak banjir yaitu Kecamatan Candisari, Gayamsari, Semarang Barat, Tugu dan Genuk. Selain banjir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginformasikan adanya 11 titik jalan terdampak tanah longsor.

Info terakhir dari Detik.com disebutkan dua orang dinyatakan meninggal akibat longsor yang terjadi di Kelurahan Jomlang, Kecamatan Candisari. Dan dua orang lagi meninggal tersengat listrik di Semarang Utara dan Semarang Timur.

Baca:  Jakarta Dikepung Banjir dan Reaksi Media Asing

Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo banjir terjadi karena tidak berfungsinya pompa penyedot banjir. Dari tiga pompa hanya satu yang berfungsi. Belum berfungsinya pompa air menurut Kepala UPTD Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah Dua Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko karena belum diserahkan secara resmi ke pemerintah kota.

Sampai hari Minggu, (7/2) banjir masih menggenangi sejumlah daerah di Kota Semarang. Menurut data yang kami dapat dari Kompas ada 42 wilayah yang masih tergenang banjir. Ketinggian banjir berbeda antara 10 cm sampai 150 cm. Kecamatan Ngalian dan kecamatan kebangsari menjadi wilayah dengan dampak banjir mencapai 150 cm.
Pramono Hadi, seorang Ahli Hidrologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Pramono Hadi mengatakan bahwa banjir di Semarang tidak bisa dihindari karena penurunan muka tanah. “Semarang sudah darurat banjir karena land subsidence,” ujar Pramono menjelaskan.

Baca:  Curhat Atta Halilintar, Rumah Terendam Banjir

Banjir di Semarang ini juga menyebabkan transportasi kereta api terganggu. Banjir juga menggenangi Stasiun Tawang setinggi 20 cm yang mengakibatkan rel tidak bisa dilintasi kereta api. (NSR/Red)