Anies Baswedan Calon Presiden Pilihan Anak Muda, Ganjar dan Kang Emil Menyusul
mengajak ibunda jalan-jalan di totoar Ibu Kota. (Foto: Twitter)

Elangnews.com, Survei yang dipublikasikan, Minggu (21/3/2021), menempatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (15,2 persen) sebagai calon presiden pilihan anak muda. Menyusul nama lain di urutan berikutnya ada Gubernur Jawa Tengah (13,7) dan Gubernur alias Kang Emil (10,2).

Menyusul nama berikutnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (9,8), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (9,5) dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,1). Dari 17 kandidat yang disurvei calon paling buncit adalah orang nomor satu di Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (0,0).

Sementara pilihan anak muda menempatkan Partai Gerindra di pamuncak dengan perolehan suara 16,0 persen. Menyusul berikutnya PDI Perjuangan (14,2), Golkar (5,7), PKS (5,7), Demokrat (5,3), Nasdem (2,8) dan (2,7).

Baca Juga:   Langgar Jam Malam, Beer Garden SCBD Ditutup Paksa Satpol PP

Survei dilakukan dalam rentang Maret 2018 hingga Maret 2020 dengan melibatkan 1.200 responden usia 17-21 tahun di seluruh Indonesia.

Hanya selang beberapa jam setelah survei dirilis, para pendukung Anies pun langsung bereaksi menanggapi respons miring kelompok penentang Anies.

Anies Baswedan Calon Presiden Pilihan Anak Muda, Ganjar dan Kang Emil Menyusul

Pendukung fanatik Anies yang juga Komisaris Utama PT Pembangunan Ancol Geisz Chalifah termasuk yang ikut sibuk lewat akun media sosialnya. “Gak usah panik biasa-biasa saja, survei Anies memang tinggi. Malah yang kemarin dirilis angkanya udah disunat,” tulisnya.

Baca Juga:   Anak Muda Jakarta Tak Puas dengan Kinerja Jokowi

“Fitnah-fitnah itu selalu dijawab dengan karya. Gak usah uring-uringan kayak gitu. Sesekali kena sendal jepit dari kakak pembina ya wajar, uang pulsa kan tetap cair. Sebag budak terima saja,” sindirnya, sengit.

Pendukung lainnya berkomentar, “Setelah survei ini dalam waktu ke depan hantaman ke Anies akan semakin masif. Fulus kakak mengucur, kecoak dan tikus yang pesta pora. Sampai kader partai yang dulu dukung Anies waktu pilgub oleh atasannya di sosmed tidak boleh muji Anies.” (Yat/red)