Anggota DPR Fraksi Gerindra Diduga Terlibat Garong 21,5 Ton Solar
Pencurian 21,5 Ton BBM jenis solar dari SPM milik PT di Tuban Jawa Timur. (Sumber: SINDOnews)

Elangnews.com, Jakarta – Baru terpilih jadi anggota RI satu periode, sudah berulah. Legislator Komisi III dari fraksi tersebut dilaporkan Mahasiswa Pemerhati Minyak dan Gas (MIGAS), ke Mahkamah Kehormatan Dewan () DPR RI, Senin (22/03).

Perwakilan anggota Mahasiswa Pemerhati MIGAS, Syahroni, mengatakan, Rahmat diduga terlibat dalam kasus pencurian 21,5 ton BBM bersubsidi jenis solar. “Tadi siang sekitar pukul 12 lewat saya datang ke MKD,” katanya kepada awak media.

Menurut Syahroni, pihak MKD telah menerima laporannya. Dia berharap MKD dapat memproses laporan mereka secara profesional. Untuk mengungkap benar tidaknya dugaan keterlibatan anggota DPR Komisi Hukum itu secara transparan. “Saya berharap agar MKD bekerja secara profesional,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sabtu lalu (20/03), Tim Gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri merilis penangkapan kapal MT Putra Harapan. Kapal ini tertangkap tangan mencuri 21,5 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari Single Point Mooring (SPM) 150 milik PT Pertamina di perairan Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga:   Romo Syafii dan Fadli Zon Dampingi Para Orang Tua Korban Penembakan Polisi

Polisi sudah mengamankan 2 tersangka. Mereka adalah nakhoda kapal bernama Ali Ismail (47 tahun) dan anak buah kapal (ABK) bernama M Taufik (39 tahun). Sementara empat tersangka lain yang berinisial J, M, K, dan H kabur dengan menceburkan diri ke laut saat akan ditangkap.

Dari hasil tangkap tangan, petugas mengamankan barang bukti yaitu 21,5 ton solar, satu unit kapal MT Putra Harapan, satu unit selang hose single mooring, mulut pipa buatan, dan dua buah pipa selang spiral. Dari hasil uji laboratorium, terbukti bahwa solar yang berada di atas kapal MT Putra Harapan sebanyak 21.517 liter identik dengan dengan BBM milik PT Pertamina Tuban.

Baca Juga:   Puluhan Warga Tewas dan Hilang, Puan Minta SAR Terus Cari Korban Banjir Bandang NTT

Modus operandi, berdasarkan keterangan pihak kepolisian yaitu, pelaku mencuri solar dari pipa bawah laut yang terhubung ke SPM 150. Solar tersebut diambil menggunakan selang yang dihubungkan ke mulut pipa penyambung hose SPM Pertamina yang berada di bawah laut.

Kuasa hukum Rahmat Muhajirin sekaligus PT Hub Maritim, Mohammad Muzayin, membantah keterlibatan kliennya dalam pencurian solar di perairan Tuban.

“Kapal itu disalahgunakan oleh nakhodanya. Jadi ada sindikat yang mencuri minyaknya Pertamina kemudian kapal itu dipakai untuk menampung minyak itu. Jadi tidak ada sangkut-pautnya dengan PT Hub Maritim, juga tidak ada sangkut-pautnya dengan Pak Rahmat Muhajirin,” ujar Muzayin. (syah/red)