Aktivis Minta Jaksa Bebaskan Syahganda Nainggolan
Presidium Prodemokrasi Indonesia Andrianto (Foto: Twitter)

Elangnews.com, Jakarta – Presidium gerakan Prodemokrasi Indonesia Andrianto mendesak jaksa penuntut umum (JPU) untuk membebaskan aktivis . Alumnus Institut Teknologi Bandung ini dijerat tuduhan menyebarkan kebencian dan kabar bohong sesuai Pasal 14 UU No. 1 tahun 1946 tentang , dalam unjuk rasa menolak pengesahan .

“Lebih baik bebaskan 1.000 orang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah,” kata Andrianto dalam pernyataannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Syahganda yang sudah menjalani 17 kali persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat ini, Kamis (25/3/2021), kembali akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan JPU.

Baca Juga:   Syahganda Nainggolan Bacakan Pledoi Disaksikan Jenderal Gatot

“Kebebasan berpendapat tidak untuk dikriminalisasi,” kata Andrianto.

Dalam pandangan Andrianto, dari 17 kali persidangan sangat tampak kental kepentingan politiknya demi menyenangkan . “Jelas semua persidangan hanya dagelan untuk sekadar menyenangkan oligarki,” tegasnya.

Syahganda, kata Andrianto, menjadi target politik karena doktor lulusan Belanda itu dikenal sebagai oposisi yang sangat kritis. “Syahganda menjadi target politik karena dia juga dikenal sebagai Sekretaris Eksekutif ,” ujarnya.

Baca Juga:   Aktivis Prodemokrasi Sebut Peradilan Syahganda Nainggolan Lebih Kental Politiknya

“Ketika Ominus Law mendapat penolakan yang sangat keras di publik maka oligarki sangat dendam kepada oposan dan yang paling seksi menjadi target adalah pentolan KAMI,” kata Andrianto.

Andrianto mengingatkan kembali JPU untuk membebaskan Syahganda dari semua tuntutan. Kendati harapan itu sangat mustahil. “Saya hanya mengingatkan dengar hati nurani dan kekuasaan itu tidak langgeng,” ujarnya. (Yat/Red)