Ada Libur Isra Miraj dan Nyepi, PNS dan ASN Dilarang ke Luar Kota
Ilustrasi dan . (Sumber: Jawa Pos)

Elangnews.com, Jakarta – Hari raya dan Nyepi tahun ini jatuh pada tanggal 11 dan 14 Maret 2021. Maka itu, liburan akhir pekan menjadi lebih panjang.

Hanya saja, karena pandemi, pemerintah membatasi liburan karena berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Hal ini berlaku juga kepada PNS atau ASN (Aparatur Sipil Negara). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PANRB) baru saja menerbitkan surat larangan PNS atau ASN untuk melakukan perjalanan ke luar daerah selama libur Isra Mikraj dan .

Baca Juga:   Menteri Sri Mulyani Memaknai Peringatan Isra Miraj

Larangan tersebut ditetapkan dalam Surat Edaran No. 6/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah Bagi Pegawai ASN Selama Hari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 dalam Masa Pandemi Covid-19. Pelarangan juga berlaku untuk keluarga para ASN.

Aturan ini diteken Tjahjo pada 8 Maret 2021. “Pegawai ASN dan keluarganya dilarang bepergian ke luar daerah dan/atau mudik sejak tanggal 10 Maret sampai 14 Maret 2021,” tertulis di aturan tersebut, (9/3).

PNS atau ASN, tertulis di Surat Edaran tersebut, hanya bisa bepergian ke luar kota untuk melaksanakan perjalanan tugas kedinasan dengan Surat Tugas yang ditandatangani Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Kepala Satuan Kerja.

Baca Juga:   Komposisi ASN di Birokrasi, Kepala BKN: Didominasi “Kolonial”

Walaupun telah memperoleh izin, PNS atau ASN harus memperhatikan protokol kesehatan. Di samping, itu mempertimbangkan peta zonasi risiko penyebaran Covid-19.

PNS atau ASN juga harus mematuhi peraturan serta kebijakan Pemerintah Daerah asal dan daerah tujuan perjalanan. “Kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” tertulis di Surat Edaran tersebut.
(syah/red)