Yuri
Patung di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Selatan. Foto: Humas Pemprov DKI

“Semoga patungmu yang gagah itu bukan sekadar tempat merpati buang kotoran”

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Pemerintah Federasi secara resmi menyerahkan patung Yuri Gagarin, kosmonot pertama Uni yang berhasil menjelajah luar angkasa pada 1961 ke Gubernur DKI Jakarta , Rabu (10/3/2021).

Duta Besar Federasi Rusia untuk Lyudmila Vorobieva, mengatakan “Persembahan dari kami ini kepada Jakarta adalah sebagai simbol hubungan bilateral agar persahabatan kita bisa lebih erat lagi di masa depan,” kata dia di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).

Siapakah Yuri Gagarin?

Terlahir 9 Maret 1934 dengan nama Yuri Alekseyevich Gagarin di sebuah desa bernama Klushino. Yuri anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya hanya seorang tukang kayu. Seperti anak-anak lainnya, setelah menyelesaikan sekolah tekniknya, Yuri melanjutkan sekolah penerbangan di Orenburg tahun 1955.

Baca Juga:   Dubes Inggris Sayangkan Indonesia Tak Ikut All England, Dubes Indonesia Minta Hentikan Pertandingan

Kemudian mendaftar di Akademi Angkatan Udara Soviet. Yuri lulus dari Akademi Angkatan Udara Soviet pada tahun 1957 dan langsung bergabung dengan korps kosmonot pada tahun 1960.

Pemuda Soviet, manusia bumi pertama yang bisa mencecap antariksa selama 108 menit. Untuk tahun 1961 yang menyejarah itu, Yuri diganjar medali dan gelar “Hero of The Soviet Union”, Pahlawan Uni Soviet.

Sebuah lencana bintang emas yang dulu bernama Orde Lenin. Bukan sembarang medali. Tak banyak orang yang menerimanya. Hanya 12.775 orang, dari tahun 1934 dan berakhir 1991.

Diantaranya: Josef Stalin; Leonid Breznev; Lavrenty Beria Kepala NKVD lembaga intelijen Soviet pertama sebelum KGB; Georgy Zhukov panglima Perang Dunia II; Ivan Sidorenko sniper Soviet paling mematikan sepanjang Perang Patriotik Raya dengan 500 pembunuhan.

Baca Juga:   Twitter Hapus Ratusan Akun yang Berkaitan dengan Rusia, Armenia dan Iran

Di tahun yang sama, 1961, Soekarno menganugerahi Tuan Gagarin dengan Bintang Mahaputra. Medali yang setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.

Yuri Gagarin yang harus menghadap Sang Pencipta di usia muda (34 tahun) menjadi penanda 70 tahun persahabatan Indonesia-Rusia. Monumen itu kini berdiri megah di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selamat datang Yuri. Kami di sini yang masih larut dalam perdebatan abadi kebhinekaan dan ‘over dosis’ agama, menyambutmu dengan riang gembira. Semoga patungmu yang gagah itu bukan sekadar tempat merpati buang kotoran.**

Rewang Ganendra [Penulis]