Tewas Tertembak, Jenazah Duta Besar Italia Dibawa Pulang ke Roma
Duta Besar Italia untuk Republik Demokratik Kongo, Luca Attanasio. (Sumber: dailypakistan.com)

Elangnews.com, Goma – Setelah tewas tertembak oleh pasukan pemberontak Democratic Forces for the Liberation of Rwanda (FDLR), jenazah Duta Besar Italia untuk Republik Demokratik Kongo, Luca Attanasio (43) tiba kembali di Roma pada Selasa (24/02). Jenazah dibawa pulang menggunakan pesawat militer.

Kedatangan jenazah disaksikan Perdana Menteri Italia Mario Draghi di bandara Ciampino Roma setelah penerbangan dari kota Goma, Kongo, dekat perbatasan Rwanda. Italia berkabung atas meninggalnya salah satu pejabat mereka.

Sebelumnya, Duta Besar Luca dan pengawalnya Vittorio Iacovacci (30), tewas saat bepergian dalam kegiatan konvoi Program Pangan Dunia (World Food Programme) Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengunjungi proyek pemberian makan sekolah. Sopir WFP Mustapha Milambo juga tewas.

Baca Juga:   Raksasa Berkaki Lempung dan Bisnis Kotor Junta Militer Myanmar

Menurut pemerintah Kongo, konvoi dua mobil telah dihentikan di jalan utara dari Goma oleh enam pria bersenjata. Awalnya, pasukan pemberontak FDLR menembaki supir kendaraan pengangkut Duta Besar Italia dan membawa enam penumpang lainnya pergi, termasuk Luca.

Pihak keamanan Kongo sempat melacak keberadaan kelompok itu. Baku tembak pun tak terelakkan, dimana para penculik menembak Luca dan Vittorio.

Baca Juga:   Raksasa Berkaki Lempung dan Bisnis Kotor Junta Militer Myanmar

Kementerian dalam negeri Kongo menyalahkan milisi pemberontak etnis Hutu Rwanda yang disebut Pasukan Demokrat untuk Pembebasan Rwanda (FDLR) atas serangan itu. FDLR, salah satu dari sekitar 120 kelompok bersenjata yang beroperasi di Kongo timur, menyangkal terlibat dalam aksi pembunuhan Duta Besar Italia.

Sebaliknya pasukan FDLR menghujat, bahwa aksi tersebut adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pecundang. “FDLR menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak terlibat dalam serangan itu,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.
(tup/red)