Setiap Tahun Pemberontak Houthi Yaman Bom Kilang Minyak Aramco
Kilang minyak Saudi Aramco. (Sumber: AFP)

Elangnews.com, Jeddah – Untuk sekian kalinya, kembali menembakkan rudal ke fasilitas kilang minyak milik perusahaan raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco. Kejadian ini berlangsung di Jeddah, subuh waktu setempat (4/3).

Juru bicara Huthi, Yahya Saree dalam unggahannya di Twitter mengklaim bahwa aksi serangan rudal tersebut merupakan pembalasan atas kampanye militer enam tahun yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yaman.

“Rudal tersebut telah menargetkan Saudi Aramco di Jeddah saat subuh dengan rudal jelajah Quds-2. Serangan itu akurat berkat Tuhan,” cuit Yahya Saree seperti dikutip dari Aljazeera, (5/3).

Konflik antara kelompok pemberontak Houthi dengan Arab Saudi bermula sejak 2015 lalu. Saat itu pemberontak Houthi berhasil melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Lalu, Hadi mengumumkan Aden sebagai ibu kota sementara Yaman.

Hadi juga meminta bantuan Arab Saudi, negara-negara Teluk hingga PBB untuk memulihkan kekuasaannya di Yaman. Arab Saudi menyanggupi permintaan Presiden Hadi dan memulai serangan udara ke Yaman.

Baca Juga:   Kilang Aramco Dibom, Harga Minyak Lompat Hampir 4,84%

Serangan tersebut terkenal dengan operasi militer bernama “Aashifatul Hazm” (Operasi Penghancur). Arab Saudi menghujani bom dan rudal ke pemberontak Houthi.

Dendam pemberontak Houthi atas serangan militer Arab Saudi terus membara. Dengan jumlah milisi yang tetap ada, ditambah dukungan dari Iran, hampir setiap tahun pemberontak Houthi mengirimkan rudal ke kilang Aramco.

Berikut daftar serangan pemberontak Houthi ke fasilitas minyak Aramco Saudi:

  1. 23 Juli 2017: Pemberontak Houthi merudal kilang minyak Aramco di Yanbu, lepas pantai barat Arab Saudi. Pihak Saudi Aramco butuh semalaman penuh untuk memadamkan api yang berasal dari ledakan rudal.
  2. 14 September 2018: Pemberontak Houthi meluncurkan peluru kendali balistik ke kilang minyak Aramco di Arab Saudi. Untung saja, pasukan pertahanan udara Saudi telah menghancurkan proyektil peluru kendali itu sebelum menghancurkan kilang Aramco Saudi. Tadinya, pemberontak Houthi menyasar satu kilang di Jizan, di bagian barat daya Arab Saudi.
  3. 14 September 2019: Pemberontak Houthi menjadi dalam pemboman dua fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais. Aksi peledakan tersebut dilakukan menggunakan pesawat nirawak alias drone.
  4. 22 November 2020: Pemberontak Houthi menembakkan rudal tipe Quds-2 ke pabrik Aramco Saudi yang ada di Laut Merah, Jeddah. Tangki minyak Aramco memicu ledakan dan kebakaran hebat. Karena ledakan itu, harga dunia naik lebih 1%.
  5. 4 Maret 2021: Pemberontak Houthi menembakkan rudal ke fasilitas Saudi Aramco di kota Jeddah, wilayah Laut Merah Arab Saudi. Fasilitas produksi dan ekspor minyak Aramco sebagian besar berada di Provinsi Timur Arab Saudi.
Baca Juga:   Kilang Aramco Dibom, Harga Minyak Lompat Hampir 4,84%

(tup/red)