Polwan Inggris Uji Coba Penggunaan Jilbab Seragam
menggunakan kepolisian. (Sumber: BBC)

Elangnews.com, Leicestershire – Busana jilbab untuk seragam polisi wanita (Polwan) di Inggris sedang populer. Jilbab yang sering digunakan oleh Polwan , sedang diuji coba di Inggris untuk pertama kalinya.

Tak tanggung-tanggung, pihak Selandia Baru melakukan penelitian jilbab untuk Polwan selama 16 bulan. Karena jilbab yang akan digunakan untuk aparat keamanan, harus digunakan dengan nyaman dan tidak menghambat kerja-kerja kepolisian.

Salah seorang mahasiswa perwira kepolisian dari Leicestershire Khadeejah Mansur melakukan uji coba jilbab asal Selandia Baru itu. Jilbab tersebut terbuat dari kain sport, yang memungkinkan kebebasan bergerak tetapi ringan, kuat dan memiliki celah udara. “Sungguh menakjubkan dan sangat nyaman,” katanya.

Baca Juga:   Pengamat Intelijen Menyebut Deradikalisasi BNPT Gagal

Menurut Khadeejah, jilbab tersebut dapat digunakan dalam setiap kegiatan, termasuk ketika melakukan pelatihan. “Saya dapat melakukan pelatihan, sama baiknya dengan orang lain. Dan masih terlindungi,” ujar Khadeejah.

Khadeejah menambahkan, bahwa busana jilbab untuk Polwan di Leicester, membuktikan bahwa daerahnya terbuka untuk semua agama. “Saya percaya penting untuk memilikinya sebagai bagian dari seragam kami untuk membuat wanita Muslim lainnya sadar bahwa Polisi Leicester melayani semua kebutuhan individu,” katanya.

Petinggi polisi dari National Association of Muslim, Yusuf Nagdi, mengatakan bahwa mereka memiliki komunitas yang sangat beragam di Leicester. “Dan kami ingin benar-benar mencerminkan komunitas yang kami layani,” katanya seperti dikutip dari BBC, (26/02).

Baca Juga:   Kapolri Beberkan Fakta Penyerangan Mabes Polri

Yusuf menjelaskan, bahwa salah satu penghalang wanita muslim bekerja sebagai Polwan adalah persoalan penggunaan jilbab. “Kami tahu ada sejumlah individu yang ingin bergabung dengan polisi tetapi mereka tidak ingin mengkompromikan keyakinan mereka,” ujarnya.

Rencananya uji coba jilbab Selandia Baru tersebut akan berlangsung hingga April. Jika berhasil, Inggris akan mempertimbangkan, melakukan peluncuran secara nasional.
(tup/red)