Pertama kali, Hotel Luar Angkasa akan Beroperasi di 2027
Ilustrasi hotel luar angkasa

Elangnews.com, Washington – Perjalanan dan tinggal di luar angkasa bukan lagi sebatas di dunia film saja. Bahkan diprediksi, luar angkasa akan menjadi destinasi wisata masyarakat yang tinggal di bumi. Apalagi jika ada fasilitas-fasilitas pendukung, seperti wahana bermain hingga hotel atau tempat penginapan.

Baru-baru ini, (OAC) perusahaan asal Amerika Serikat, mengumumkan bahwa pihaknya akan membangun hotel mewah bernama Voyager Station, di luar angkasa pada tahun 2025. Diperkirakan pembangunannya akan selesai dan bisa beroperasi di 2027.

Voyager Station memiliki kapasitas 400 orang dan akan menawarkan pemandangan planet bumi yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada wisatawan dan peneliti. Hotel komersil tersebut memiliki sistem buatan, sehingga manusia yang ada di dalamnya tidak melayang-layang.

Bentuk hotelnya akan menyerupai roda raksasa yang berputar di luar planet untuk menciptakan gravitasi buatan. “Stasiun Voyager adalah stasiun ruang angkasa berputar yang dirancang untuk menghasilkan berbagai tingkat gravitasi buatan dengan meningkatkan atau menurunkan laju rotasi. Gravitasi buatan, atau simulasi, sangat penting untuk hunian jangka panjang di luar angkasa,” ditulis dalam situs resmi Stasiun Voyager.

Fasilitas hotel lainnya, seperti toilet, pancuran dan tempat tidur yang berfungsi serupa dengan yang ada di Bumi. Lalu ada restoran dan bar kelas atas hingga gym dan pusat aktivitas.

Konsep Voyager Station dicetuskan pada tahun 2012 dengan diluncurkannya Gateway Foundation yang mendirikan OAC pada tahun 2018 untuk mewujudkan impian membangun hotel komersial pertama di luar angkasa. Hal ini akan menjadi revolusi industri wisata dan perhotelan.

Hotel ini akan akan mengakomodasi badan antariksa nasional yang melakukan penelitian gravitasi dan wisatawan luar angkasa yang ingin merasakan kehidupan di stasiun luar angkasa. Meski demikian, tidak banyak orang yang bisa berwisata ke luar angkasa. Karena biayanya perjalanannya sangat mahal, menghabiskan biaya hingga USD25 juta.
(tup/red)