Pemerintah Cina Beredel BBC World News
Pemerintah Cina larang BBC World News

Elangnews.com – Salah satu media massa ternama, kembali dibungkam rezim. Menjelang malam tahun baru imlek, Pemerintah Cina mengumumkan pelarangan stasiun televisi global, BBC World News untuk melakukan liputan dan siaran di Cina.

Menurut pemerintah Cina, aksi beredel media massa ini dilakukan karena BBC telah melakukan pelanggaran. Dilansir dari South Morning China Post (12/02), program BBC dianggap telah merugikan kepentingan dalam negeri Cina dan merusak persatuan nasional.

“Hasil penyelidikan telah menyimpulkan bahwa saluran (BBC) secara serius telah melanggar peraturan pers di China. Salah satu aturan pers di Cina, bahwa berita harus jujur ​​dan adil,” ujar bagian administrasi radio dan televisi Cina.

Terbukti bersalah versi pemerintah Cina, lisensi siaran BBC tidak akan diperpanjang untuk tahun mendatang. Ini artinya, media massa yang berkantor pusat di London ini, berhenti beroperasi di Cina per 2022.

Baca:  Hubungan Twitter dan Pemerintah India Memanas, Pengguna Beralih ke Aplikasi Koo

Pemerintah Inggris angkat bicara. Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menyebut keputusan China sebagai upaya membatasi kebebasan pers. Praktik ini menurutnya tidak dapat diterima. “Dan hanya akan merusak reputasi China di mata dunia,” kata Raab.

Raab menduga pemberedelan BBC merupakan aksi balasan yang dilakukan Cina, setelah pekan lalu, otoritas media di Inggris Office of Communications (Ofcom) mencabut izin siaran dari China Global Television Network (CGTN). Pemerintah Inggris mecabut lisensi CGTN setelah penyelidikan penyelidikan.

Ofcom menemukan bahwa pemegang lisensi saluran, Star China Media Limited (SCML), tidak memegang kendali editorial atas program yang disiarkannya. SCML dianggap merupakan distributor bukan penyedia saluran berita. “Justru saluran tersebut pada akhirnya dikendalikan oleh Partai Komunis China, yang tidak diizinkan menurut undang-undang penyiaran Inggris,” ujar juru bicara Ofcom.

Baca:  Pertama di Dunia! Inggris Cari Relawan yang Mau ‘Dicovidkan’

Akibat sanksi Ofcom, CGTN mengaku kecewa karena izin siarnya dicabut di Inggris. Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin ketika itu mengecam aksi Ofcom. Hal ini dianggap pihak Cina sebagai bentuk dua kaki atas kebebasan pers.”Di satu sisi, pihak Inggris menganjurkan kebebasan pers. Di sisi lain, pihaknya mengabaikan fakta dan mencabut izin CGTN di Inggris,” kata Wang Wenbin.

CGTN berdiri di 2000 dan telah mengudara di Inggris selama 18 tahun. Regulator mengidentifikasi pelanggaran di lima siaran terpisah, memutuskan tahun lalu bahwa saluran tersebut terlalu menekankan posisi otoritas pemerintah di Hong Kong dan Cina.
(tup/red)