Paus Bertemu Ulama Terkuat Syiah di Irak, 10 Ribu Personil Keamanan Dikerahkan
dan ulama terkemuka Ayatollah Ali al-Sistani bertemu di . (Sumber: Reuters)

Elangnews.com, Najaf al-Asyraf – Pimpinan umat , Paus Fransiskus dan ulama terkemuka Syiah Ayatollah Ali al-Sistani bertemu, (6/03). Mereka membahas mengenai keselamatan kaum minoritas Kristen di Irak.

Di Irak, kaum Kristen sering mendapat perilaku kekerasan selama bertahun-tahun, yang mengancam keselamatan mereka. Minoritas Kristen di Irak telah mengalami kekerasan yang cukup besar sejak invasi pimpinan AS ke Irak tahun 2003.

Berdasarkan data Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, para pemimpin Kristen memperkirakan ada kurang dari 250.000 orang Kristen yang tersisa di Irak. Populasi terbesar sekitar 200.000 orang, tinggal di Dataran Niniwe dan Wilayah Kurdistan di utara negara itu.

Baca Juga:   Paus Fransiskus Larang Pernikahan Sesama Jenis di Katolik

Ayatollah mengatakan keprihatinannya bahwa warga Kristen harus hidup seperti semua warga Irak dalam perdamaian dan keamanan. “Dan dengan hak konstitusional penuh mereka,” kata Ayatollah seperti dikutip dari Associated Press.

Paus Fransiskus berterima kasih kepada Ayatollah karena telah bersuara untuk membela kaum minoritas. “Yang paling lemah dan paling teraniaya, selama beberapa masa paling kejam dalam sejarah Irak baru-baru ini,” kata Fransiskus.

Baca Juga:   Paus Fransiskus Larang Pernikahan Sesama Jenis di Katolik

Kedua tokoh dunia itu berdiskusi di kediaman Ayatollah di kota suci Najaf. Perbincangan tersebut berlangsung tertutup selama sekitar 50 menit.

Fransiskus menjadi Paus pertama yang mengunjungi Irak. Kedatangnnya ke negeri seribu satu malam itu, dianggapa sebagai perjalanan berbahaya. Pasalnya, selain persoalan keamanan, pertemuan tersebut dilakukan di tengah ancaman Covid-19 yang tinggi. Paus melakukan kunjungan di Irak selama 5 – 8 Maret 2021.
(tup/red)