Myanmar Bergejolak: Kudeta Militer karena Dugaan Kecurangan Pemilu
Pasukan militer Myanmar

Elangnews.com, Myanmar bergejolak. Penasehat negara sekaligus pimpinan Partai Liga (NLD), dan Presiden Myanmar Win Mynt, ditangkap militer Myanmar. Mereka ditahan di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.

Juru bicara NLD, Myo Nyunt, mengatakan bahwa pimpinannya digelandang militer sejak dini hari tadi. Saat ini militer mengambil alih Myanmar. “Saya telah menginformasikan orang-orang kami, agar tidak gegabah merespon kondisi ini,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin, 1 Februari 2021.

Kudeta ala militer ini muncul karena adanya kejanggalan dalam pemilihan umum. Pihak militer Myanmar menuding, telah terjadi kecurangan dalam penentuan daftar pemilih pada pemilu 8 November 2020 lalu. Ketidakberesan ini, menurut militer Myanmar, akhirnya memenangkan Partai Liga Demokrasi (NLD).

Baca:  Junta Militer Sensor Media Sosial Warga Myanmar

Pihak militer Myanmar sebenarnya sudah mengeluh tentang Komisi Pemilihan Umum (UEC) yang dianggap tidak mampu mempersiapkan Pemilu dengan baik. Akibatnya, Pemilu Myanmar tidak berjalan secara bebas dan adil.

NLD pun menang telak. Militer dan Union Solidarity and Development Party (USDP), partai oposisi, meminta agar dilakukan penyelidikan terhadap proses pemungutan suara. Sayang, gugatan mereka tidak diacuhkan.

Baca:  Akibat Kudeta Myanmar, Grup Axiata Terancam Gagal Raup Dana Investor Rp7,06 triliun

Sejak itu militer kerap mempublikasikan serangkaian bukti kecurangan pemilu. Hingga kini militer mengklaim menemukan 8,6 juta penyimpangan daftar pemilih. Meskipun, bukti dan tudingan tersebut dibantah pihak KPU Myanmar.

Karena dugaan kecurangan Pemilu tidak pernah diusut, militer Myanmar berang. Juru bicara militer Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, sudah mewacanakan adanya gerakan kudeta militer jika permintaan penyelidikan atas dugaan kecurangan pemilu tidak dipenuhi. (tup/red)