Media Charlie Hebdo Tampilkan Karikatur Ratu Elizabeth Pijak Kepala Meghan Markle
Sampul tabloid .

Elangnews.com, Perancis – Perseteruan antara II dan menantunya , semakin memanas. Charlie Hebdo, tabloid mingguan asal Prancis, merilis karikatur satir tentang Elizabeth dan Meghan, edisi 10 Maret 2021.

Dalam kartun tersebut tampak, Elizabeth menginjak kepala Meghan. Ekspresi wajah Elizabeth terlihat tertawa senang dengan mata melotot sambil menempatkan satu kakinya di kepala Meghan. Sementara, raut wajah Meghan mengeram kesakitan.

Di sampul tabloid itu, dituliskan kalimat yang seolah-olah berasal dari Elizabeth. “Mengapa Meghan Meninggalkan Buckingham,” seperti ditulis Charlie Hebdo.

Masih dalam sampul tersebut, tertulis jawaban yang seolah-olah berasal dari karikatur Meghan. “Karena saya tak bisa bernapas lagi,” menjawab pertanyaan Elizabeth tadi.

Dari pola dan konsep kartun Elizabeth injak kepala Meghan, persis seperti peristiwa seorang polisi Amerika Serikat menginjak kepala George Floyd sampai meninggal. Diduga polisi membunuh Floyd karena persoalan rasisme, bahwa Floyd berkulit hitam.

Media Charlie Hebdo Tampilkan Karikatur Ratu Elizabeth Pijak Kepala Meghan Markle
Seorang polisi Amerika Serikat menginjak kepala George Floyd sampai meninggal. (Sumber: usatoday.com)

Pesan yang disampaikan Charlie Hebdo yaitu adanya kemiripan konflik antara Elizabeth dan Meghan dengan peristiwa pembunuhan Floyd. Konflik di istana Buckingham antara mertua dan menantu tersebut diduga karena persoalan rasis: warna kulit Meghan.

Pangeran William membantah keluarganya rasis. “Kami bukan keluarga rasis,” dikutip dari CNN, (14/03). Sementara pihak Istana Buckingham maupun perwakilan Duke dan Duchess of Sussex menolak berkomentar tentang kartun di sampul Charlie Hebdo.

Tabloid mingguan yang didirikan 50 tahun lalu itu, terkenal dengan konten kartun yang provokatif dan satir. Bukan saja pejabat dan tokoh politik, simbol-simbol agama juga sering dikartunkan.

Sampai-sampai di 2015, Said dan Cherif Kouachi menyerbu kantor redaksi Charlie Hebdo. Mereka melepas tembakan secara membabi buta ke orang-orang yang saat itu sedang bekerja.

Setidaknya peristiwa berdarah itu menewaskan 12 orang dan melukai 11 lainnya. Aksi itu terjadi setelah Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad.
(tup/red)