myanmar
memperingati Hari Angkatan Bersenjata, Sabtu (27/3/2021). Sumber: Elangnews.com/Myanmar TV.

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Pemimpin junta militer Jenderal Senior menghadiri acara peringatan Hari Angkatan Bersenjata Myanmar ke-76 tahun di Kota Naypyidaw, Sabtu (27/3/2021).

Dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung melalui televisi nasional yang dikendalikan tentara MRTV, Hlaing secara terang-terangan memuji .

“Rusia adalah teman sejati,” kata Min Aung Hlaing seperti dikutip Reuters.

Selain Rusia, setidaknya masih ada tujuh lagi delegasi internasional lainnya yang menghadiri acara tersebut diantaranya perwakilan dari China, India, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, Laos, dan .

Ketujuh negara itu hanya mengirim perwakilannya, namun Rusia menjadi satu-satunya negara yang mengirim pejabat kementerian.

Baca Juga:   Hari Angkatan Bersenjata Myanmar, Belasan Demonstran Terbunuh

Tak pelak, peristiwa itu menuai banyak kritikan, lantaran yang sejak 1 Februari lalu dan menggulingkan pemerintahan yang sah pimpinan sudah banyak melakukan tindakan kekerasan bahkan pembunuhan.

myanmar
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin hadir dalam pawai peringatan Hari Angkatan Bersenjata Myanmar di Naypyitaw, Sabtu (27/3/2021). Foto: Elangnews.com/Myanmar TV.

Sementara, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat maupun Eropa, sudah menjatuhkan sanksi kepada junta militer Myanmar. Bahkan Presiden Joko Widodo dalam siaran pers resminya mengecam tindakan brutal militer Myanmar.

Diketahui, Rusia yang diwakili langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin hadir dalam pawai di Naypyitaw, setelah bertemu dengan para pemimpin senior junta pada sehari sebelumnya.

Sebelumnya dilaporkan, sedikitnya 16 orang tewas oleh pasukan keamanan, sebagaimana dilaporkan portal berita lokal Myanmar Now, empat dari mereka berada di luar kantor polisi di pinggiran kota Dala, Yangon.

Baca Juga:   Junta Militer Putus Akses Internet di Myanmar, Demonstran masih terus Berjuang

Jet militer juga melancarkan serangan udara di sebuah desa di wilayah yang dikuasai oleh kelompok bersenjata dari etnis minoritas Karen dan sedikitnya dua orang tewas, kata satu kelompok masyarakat sipil.

Berdasarkan data dari sebuah lembaga advokasi, Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), hingga Jumat 26/3/2021) jumlah aktivis pro-demokrasi yang terbunuh sebanyak 328 orang dan lebih dari 1.700 orang telah ditahan di bawah junta militer. (trd/red)