Ini Sanksi Presiden AS ke Pimpinan Militer Myanmar
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden

Elangnews.com – Ekskalasi kudeta militer Myanmar semakin tinggi. Presiden Amerika Serikat Joe Biden turun tangan. Biden mengatakan pemerintahannya segera memberikan sanksi kepada para pemimpin militer di Myanmar terkait dengan aksi kudeta secara bertahap.

Biden memastikan, bulan ini kepemimpinan militer Myanmar tidak dapat mengakses sekitar $1 miliar dana pemerintah yang disimpan di AS. Minggu ini, Biden akan memberi sanksi tahap pertama untuk Myanmar.

“Saya telah menyetujui perintah eksekutif baru yang memungkinkan kami untuk segera memberikan sanksi kepada para pemimpin militer yang mengarahkan kudeta, kepentingan bisnis mereka, serta anggota keluarga dekat,” ujar Biden, Rabu waktu setempat.

Baca:  Kudeta Berdarah di Myanmar Sudah Renggut 18 Korban Jiwa

Pihak AS juga akan memberlakukan pengaturan ekspor yang ketat. Sanksi ini merupakan bentuk  penolakan keras dari AS atas kudeta militer di Myanmar.

Biden menerangkan, AS akan terus mendukung perawatan kesehatan kelompok masyarakat sipil, dan bidang lain yang secara langsung bermanfaat bagi masyarakat Myanmar.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, pemerintah AS telah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan para negara sekutu. Pimpinan negara sekutu sepakat untuk mengambil langkah-langkah seperti pemberian sanksi hingga tekanan lain yang dapat dilakukan kepada Myanmar.

Baca:  Myanmar Bergejolak: Kudeta Militer karena Dugaan Kecurangan Pemilu

Biden memperingatkan pimpinan militer Myanmar, bahwa AS siap untuk memberlakukan tindakan tambahan lainnya sesuai kebutuhan. Upaya tersebut tampaknya ditujukan untuk memaksimalkan pengaruhnya di Asia Tenggara. Meskipun saat ini Asia Tenggara masih lebih akrab dengan China meskipun.

Seperti diketahui, para pemimpin kudeta menangkap Peraih Nobel Aung San Suu Kyi dan pemimpin politik lainnya di awal bulan ini. AS secara resmi menyatakan pengambilalihan militer di Myanmar sebagai kudeta.
(tup/red)